NABIRE – Yayasan Embung Pagi Piyaiye (YEPP) resmi hadir di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, dengan komitmen membangun sumber daya manusia (SDM) serta mendorong pengembangan berbagai sektor strategis di wilayah tersebut.
Ketua Yayasan Embung Pagi Piyaiye Nabire, Yohanes Magai, S.IP., S.H., kepada wartawan, Sabtu (20/12/2025), menjelaskan bahwa yayasan ini telah memiliki legalitas resmi melalui Akta Notaris Nomor 37 yang disahkan pada 19 Mei 2025, berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor: 0009970.AH.01.04 Tahun 2025.
Menurut Magai, Yayasan Embung Pagi Piyaiye didirikan dengan tujuan utama berkontribusi dalam pembangunan masyarakat Papua Tengah melalui berbagai bidang kegiatan, antara lain bidang sosial, kemanusiaan, keagamaan, pendidikan, kesehatan, serta sektor pendukung lainnya.
“Program perdana yang kami jalankan adalah pemberian beasiswa kepada puluhan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri maupun swasta di berbagai kota studi di Indonesia,” ujar Magai.
Selain beasiswa mahasiswa, yayasan juga memberikan perhatian khusus pada dunia pendidikan dengan mendukung 10 orang tenaga guru kontrak yang berasal dari wilayah Papua Tengah.
Lebih lanjut, Magai menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi antara Yayasan Embung Pagi Piyaiye dengan Pemerintah Kabupaten Nabire maupun Pemerintah Provinsi Papua Tengah, guna bersama-sama membangun SDM dan sektor lainnya secara berkelanjutan.
Ia juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, untuk memberikan dukungan moril dan materil agar program-program Yayasan Embung Pagi Piyaiye dapat berjalan dengan baik, transparan, dan akuntabel.
“Dukungan semua pihak sangat kami harapkan demi terwujudnya pembangunan Papua Tengah yang lebih maju dan berdaya saing,” tutup Magai.(MB)






