JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, menegaskan bahwa kebijakan Pemerintah Pusat untuk mengembalikan nilai Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua secara penuh merupakan bukti kecintaan Presiden Prabowo Subianto terhadap masyarakat di Bumi Cendrawasih.
Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Kementerian HAM, Jakarta, Rabu (17/12), Pigai mengungkapkan bahwa jika sebelumnya Dana Otsus sering mengalami pemotongan, di era kepemimpinan Prabowo, dana tersebut diberikan secara utuh.
“Presiden mengembalikan nilainya menjadi penuh, yakni lebih dari Rp12 triliun. Ini adalah komitmen besar untuk memastikan pembangunan di Papua berjalan maksimal,” ujar Natalius Pigai.
Pigai menjelaskan bahwa Dana Otsus hanyalah salah satu komponen dari perhatian besar pemerintah. Jika ditotal dengan berbagai program sektoral lainnya, anggaran yang mengalir ke Papua tahun ini diperkirakan mencapai hampir Rp50 triliun.
Beberapa program unggulan yang akan masuk ke Papua antara lain:
-
Makan Bergizi Gratis (MBG): Untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak Papua.
-
Pemberdayaan Ekonomi: Melalui program kampung nelayan dan penguatan UMKM.
-
Pendidikan dan Infrastruktur: Peningkatan fasilitas sekolah dan aksesibilitas wilayah.
Lebih lanjut, Menteri HAM menjelaskan bahwa pengalokasian dana besar ini memiliki tujuan strategis untuk memperbaiki indeks Hak Asasi Manusia di bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya (Ekosob). Selama ini, Papua sering kali memiliki angka statistik kesejahteraan terendah di Indonesia.
“Pemerintah pusat meminta pemda di Papua menggunakan dana ini untuk menekan angka kematian ibu dan anak, kemiskinan, stunting, hingga memberantas buta huruf. Jika indikator ini membaik, maka secara statistik indeks HAM Papua akan meningkat drastis,” tambahnya.
Pigai menutup pernyataannya dengan menekankan pesan Presiden Prabowo bahwa pembangunan Papua bukan sekadar angka, melainkan soal kemanusiaan.
“Bapak Presiden menegaskan bahwa kita semua harus bangun untuk meningkatkan harga diri dan martabat masyarakat Papua. Rakyat Papua harus merasakan bahwa menjadi bagian dari Indonesia itu membawa kebahagiaan,” pungkasnya.






