Menu

Mode Gelap
Sengketa PAW DPR Papua Tengah, Simon Gobai Resmi Tunjuk Yakehu sebagai Kuasa Hukum Natal di Tengah Luka Bangsa: Refleksi dari Sumatera hingga Papua Kepsek SD Inpres Nabarua Sampaikan Terima Kasih, 159 Siswa Terima PIP Usulan Senator Wilhelmus Pigai Sinergi Membangun SDM: Wilhelmus Pigai Dukung Penuh Program Pendidikan Gratis Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa: 2026 Adalah Tahun Lompatan Besar bagi Pendidikan Gratis di Papua Tengah Pesta Kembang Api Spektakuler di Pantai Nabire, Masyarakat: Terima Kasih Gubernur Meki Nawipa

News

Kementerian HAM dan BPS Luncurkan Indeks HAM Indonesia, Skor Nasional 63,2

adminbadge-check


					Kementerian HAM dan BPS Luncurkan Indeks HAM Indonesia, Skor Nasional 63,2 Perbesar

JAKARTA – Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) telah resmi meluncurkan Indeks HAM Indonesia. Indeks ini ditetapkan sebagai statistik resmi pertama yang digunakan negara untuk mengukur perkembangan hak asasi manusia di tanah air.

​Dalam peluncuran di Jakarta, Menteri HAM Natalius Pigai menyampaikan bahwa Indeks HAM Nasional Tahun 2024 mencatatkan skor 63,2 dari rentang skor maksimal 100.

​Kemajuan Berbasis Sains dan Statistik

​Menteri Pigai menegaskan peluncuran indeks ini merupakan tonggak sejarah. “Ini adalah salah satu kemajuan Republik Indonesia dalam pembangunan hak asasi manusia yang didasarkan pada ilmu pengetahuan dan statistik (based on science and statistic),” ujarnya.

​Indeks HAM Indonesia mengukur dua dimensi utama, yaitu Hak Sipil dan Politik (Sipol) serta Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya (Ecosob).

​Perbandingan Skor Dua Dimensi

​Hasil pengukuran menunjukkan perbedaan skor yang signifikan antara kedua dimensi:

  1. Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya (Ecosob): Dimensi ini mencatat skor yang lebih tinggi, yaitu 68,98. Dimensi ini melibatkan 25 variabel, mencakup hak atas pendidikan, pekerjaan, tempat tinggal layak, kesehatan, lingkungan hidup yang baik dan sehat, hingga hak atas jaminan sosial.
  2. Hak Sipil dan Politik (Sipol): Dimensi ini mencatat skor lebih rendah, yaitu 58,28. Terdapat 17 indikator dalam dimensi ini, termasuk hak hidup, hak bebas dari penyiksaan, kebebasan berpendapat, berekspresi, dan hak berpartisipasi dalam pemerintahan.

​ Pemanfaatan Indeks untuk Kebijakan

​Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa penyusunan Indeks HAM dilakukan melalui proses yang komprehensif dan kuat, menjadikannya data yang andal untuk pengukuran HAM nasional.

​Menurut Amalia, Indeks HAM ini akan dimanfaatkan Kementerian HAM untuk dua tujuan utama:

  • ​Menentukan intervensi kebijakan yang lebih tepat sasaran.
  • ​Mengukur kemajuan pembangunan HAM di masa depan.

​Secara keseluruhan, Amalia menyimpulkan bahwa skor Indeks HAM Nasional Tahun 2024 menunjukkan bahwa upaya penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM di Indonesia masih memerlukan ruang perbaikan secara berkelanjutan demi menjamin martabat manusia dalam pembangunan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Speed Boat Alami Laka Laut, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi

13 Januari 2026 - 14:00 WIB

Img 20260113 wa0134

Pelajar SMA Negeri 1 Nabire Apresiasi Festival Media Se-Tanah Papua, Dinilai Jadi Pondasi Jurnalistik

13 Januari 2026 - 13:56 WIB

Img 20260113 wa0125

Festival Media Se-Tanah Papua Perdana 2026 di Nabire, Dihadiri Ratusan Wartawan dan Tokoh Pers 

13 Januari 2026 - 13:44 WIB

Img 20260113 wa0117

Ribuan Umat Kingmi Ikut Ibadah Peringati Hari Pekabaran Injil Masuk ke Pedalaman

13 Januari 2026 - 13:31 WIB

Img 20260113 wa0115

Berkas Perkara Tiga Tersangka Narkoba Dilimpahkan ke Kejaksaan

13 Januari 2026 - 13:27 WIB

Img 20260113 wa0111
Trending di Headline