NABIRE – Menjelang perayaan Natal 2025, suasana Kota Nabire, Papua Tengah, kian semarak dengan berbagai hiasan Natal yang menghiasi ruang publik, lingkungan gereja, asrama mahasiswa, kantor pemerintahan, hingga halaman rumah warga. Ragam ornamen tersebut tersebar di sejumlah titik strategis kota dan menjadi simbol sukacita serta kebersamaan umat menyambut kelahiran Yesus Kristus.

Di kawasan Kalibobo putaran satu, Asrama Puncak Jaya menampilkan pondok dan kandang Natal yang dibuat dari bahan-bahan alami seperti kayu, rumput, dan material hutan lainnya. Hiasan ini dipadukan dengan lampu hias dan cat yang dibeli dari toko, mencerminkan kreativitas sederhana namun sarat makna. Di lokasi yang sama, pondok Natal lain yang berada di depan rumah warga juga dibangun menggunakan kayu buah dan daun kelapa, dilengkapi lampu hias, serta kerap menjadi pusat ibadah bersama warga sekitar.

Sementara itu, GKII Jemaat Bukit Sion Nabire di Bumi Wonorejo, dekat jembatan Wonorejo, menghias pondok Natal dengan kayu buah dan atap tenda. Jalan masuk menuju gereja turut dipercantik dengan tiang besi trali yang dihiasi lampu-lampu Natal, menambah nuansa religius bagi jemaat.

Perhiasan Natal juga tampak menghiasi ruas-ruas jalan utama kota. Di Jalan Sudirman dan Jalan Pemuda, pohon-pohon Natal serta ornamen bercahaya dibuat dari bahan besi, menghadirkan tampilan modern dan meriah di malam hari. Hal serupa terlihat di kawasan Tugu Nabire Hebat depan Kantor Bupati Nabire, di mana Pemerintah Kabupaten Nabire memasang pohon Natal besar dari besi serta pohon Natal kecil berbahan kayu.

Di sektor pemerintahan provinsi, Pemerintah Provinsi Papua Tengah memasang pohon Natal dan kandang Natal di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, kawasan Bandara Lama Nabire. Ornamen tersebut dibuat dari beragam material seperti kayu untuk pohon dan kandang Natal, tripleks tebal untuk kado, serta kaca berbentuk rusa yang dihiasi lampu-lampu Natal. Hiasan ini tampak dari sisi depan maupun belakang area kantor gubernur.

Tak ketinggalan, gereja-gereja dan rumah warga juga turut memperindah lingkungan mereka. GKI Sion Kampung Harapan memasang pohon Natal unik dari bahan daur ulang seperti ban motor dan kayu, sedangkan Gereja Imanuel Kota Lama Kalibobo menghiasi pohon-pohon di area gereja dengan lampu kelap-kelip. Di kawasan pemukiman Kalibobo, sejumlah warga menghias pohon-pohon kecil di halaman rumah mereka dengan lampu Natal, menambah kesan hangat dan meriah.
Pantauan hingga 9 Desember 2025 menunjukkan hiasan Natal tersebar di wilayah Jalan Merdeka, Jalan Pemuda, Kalibobo, Karang, hingga BMW. Meski belum seluruh wilayah kota terdata, suasana Natal di Nabire telah terasa kuat sebagai cerminan toleransi, kreativitas, dan sukacita bersama masyarakat Papua Tengah dalam menyambut Hari Raya Natal 2025.(MB)






