Menu

Mode Gelap
Sengketa PAW DPR Papua Tengah, Simon Gobai Resmi Tunjuk Yakehu sebagai Kuasa Hukum Natal di Tengah Luka Bangsa: Refleksi dari Sumatera hingga Papua Kepsek SD Inpres Nabarua Sampaikan Terima Kasih, 159 Siswa Terima PIP Usulan Senator Wilhelmus Pigai Sinergi Membangun SDM: Wilhelmus Pigai Dukung Penuh Program Pendidikan Gratis Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa: 2026 Adalah Tahun Lompatan Besar bagi Pendidikan Gratis di Papua Tengah Pesta Kembang Api Spektakuler di Pantai Nabire, Masyarakat: Terima Kasih Gubernur Meki Nawipa

Headline

Pemprov Papua Tengah Soroti Mahal­nya Akses Internet dan Komunikasi di Wilayah 3T

Etty Welerbadge-check


					Pemprov Papua Tengah Soroti Mahal­nya Akses Internet dan Komunikasi di Wilayah 3T Perbesar

NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyoroti masih tingginya biaya akses komunikasi dan internet yang menjadi salah satu tantangan utama dalam percepatan transformasi digital pemerintahan dan pelayanan publik di wilayah tersebut.

Hal itu disampaikan Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Bidang Kemasyarakatan, Sumber Daya Manusia, dan Pengembangan Otonomi Khusus, Ukkas, saat membuka Bimbingan Teknis Transformasi Digital Arsip dan Naskah Dinas melalui aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Papua Tengah di Hotel Mahavira II, Nabire.

Menurut Ukkas, Papua Tengah masih tergolong daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan kondisi infrastruktur telekomunikasi yang belum memadai. Dampaknya, biaya akses komunikasi di sejumlah wilayah, khususnya daerah pedalaman, jauh lebih mahal dibandingkan daerah lain di Indonesia.

“Di pedalaman Papua Tengah, biaya komunikasi masih sangat mahal. Bahkan untuk layanan sederhana seperti SMS saja, biayanya bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Ini sangat berbeda dengan wilayah lain di luar Papua yang jauh lebih murah,” ujar Ukkas.

Ia menjelaskan bahwa mahalnya tarif komunikasi dan internet ini menjadi hambatan serius dalam penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik, termasuk digitalisasi arsip dan surat-menyurat melalui aplikasi SRIKANDI.

“Digitalisasi tidak akan berjalan maksimal kalau infrastruktur internet masih terbatas dan mahal. Karena itu, pemerintah daerah perlu memikirkan solusi konkret agar jaringan komunikasi bisa menjangkau wilayah distrik dan kampung,” katanya.

Ukkas menyebut salah satu alternatif jangka pendek untuk mengatasi keterbatasan jaringan internet di wilayah pedalaman adalah pemanfaatan layanan internet satelit seperti Starlink, yang dinilai dapat menjadi solusi sementara sambil menunggu pembangunan infrastruktur jaringan permanen.

Selain berdampak pada pemerintahan, mahalnya biaya akses komunikasi juga dirasakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari layanan publik, pendidikan, hingga ekonomi. Kondisi ini dinilai memperlebar kesenjangan digital antara Papua Tengah dan daerah lain di Indonesia.

“Kita tidak bisa bicara transformasi digital jika masyarakat masih kesulitan mengakses jaringan dan biaya internet masih tinggi. Ini harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap isu mahalnya akses komunikasi dan internet dapat menjadi perhatian serius semua pihak, sehingga percepatan pembangunan infrastruktur digital dapat segera dilakukan demi mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang merata di seluruh wilayah Papua Tengah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Speed Boat Alami Laka Laut, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi

13 Januari 2026 - 14:00 WIB

Img 20260113 wa0134

Pelajar SMA Negeri 1 Nabire Apresiasi Festival Media Se-Tanah Papua, Dinilai Jadi Pondasi Jurnalistik

13 Januari 2026 - 13:56 WIB

Img 20260113 wa0125

Festival Media Se-Tanah Papua Perdana 2026 di Nabire, Dihadiri Ratusan Wartawan dan Tokoh Pers 

13 Januari 2026 - 13:44 WIB

Img 20260113 wa0117

Ribuan Umat Kingmi Ikut Ibadah Peringati Hari Pekabaran Injil Masuk ke Pedalaman

13 Januari 2026 - 13:31 WIB

Img 20260113 wa0115

Berkas Perkara Tiga Tersangka Narkoba Dilimpahkan ke Kejaksaan

13 Januari 2026 - 13:27 WIB

Img 20260113 wa0111
Trending di Headline