Menu

Mode Gelap
Sengketa PAW DPR Papua Tengah, Simon Gobai Resmi Tunjuk Yakehu sebagai Kuasa Hukum Natal di Tengah Luka Bangsa: Refleksi dari Sumatera hingga Papua Kepsek SD Inpres Nabarua Sampaikan Terima Kasih, 159 Siswa Terima PIP Usulan Senator Wilhelmus Pigai Sinergi Membangun SDM: Wilhelmus Pigai Dukung Penuh Program Pendidikan Gratis Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa: 2026 Adalah Tahun Lompatan Besar bagi Pendidikan Gratis di Papua Tengah Pesta Kembang Api Spektakuler di Pantai Nabire, Masyarakat: Terima Kasih Gubernur Meki Nawipa

Headline

KPA Papua Tengah Gelar Doa Bersama Peringati Hari AIDS Sedunia 2024

Etty Welerbadge-check


					KPA Papua Tengah Gelar Doa Bersama Peringati Hari AIDS Sedunia 2024 Perbesar

NABIRE – Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia 2024 dengan tema “Bersama Hadapi Perubahan, Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah menggelar kegiatan doa dan hening cipta bersama yang berlangsung di Aula RRI Nabire, Senin (8/12/2024).

Kegiatan ini dihadiri dan sekaligus dibuka oleh UKKAS, S.Sos., M.KP., selaku Staf Ahli mewakili Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Turut hadir perwakilan Dinas Kesehatan, Yayasan Gerakan Papua Sehat, Ketua KNPI Papua Tengah, mitra layanan kesehatan, lembaga swadaya masyarakat, serta para tamu undangan lainnya.

Ketua KPA Provinsi Papua Tengah, Freny Anouw, dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali merefleksikan perjuangan orang dengan HIV/AIDS (ODHIV), baik yang telah meninggal dunia maupun yang saat ini masih menjalani pengobatan.

“Hari ini bukan hanya seremonial, tetapi momentum untuk merenung dan mengingat saudara-saudara, orang tua, dan anak-anak kita yang telah berpulang karena HIV/AIDS, sekaligus memberi semangat kepada mereka yang saat ini hidup dengan HIV agar tetap berjuang dan bertahan hidup,” ujarnya.

Freny menegaskan bahwa HIV/AIDS bukanlah vonis kematian. Dengan kepatuhan mengonsumsi obat antiretroviral (ARV), ODHIV dapat hidup sehat dan produktif dalam jangka waktu yang panjang.

“Masih banyak stigma di masyarakat yang menganggap bahwa ketika seseorang terinfeksi HIV maka pasti akan meninggal. Padahal, banyak ODHIV yang telah hidup 15 hingga 25 tahun karena disiplin menjalani pengobatan. Stigma inilah yang harus kita hapuskan bersama,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data layanan kesehatan, jumlah kasus HIV/AIDS di Papua Tengah masih tergolong tinggi, terutama di wilayah ibu kota provinsi. Kondisi ini membuat masyarakat takut untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara sukarela.

“Oleh karena itu, tugas kita bersama—pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan KPA—adalah memberikan pemahaman yang benar, mendampingi, serta memastikan layanan tetap berjalan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Freny Anouw juga menyoroti keterbatasan fasilitas layanan kesehatan, mulai dari kurangnya alat kesehatan hingga tenaga medis di sejumlah wilayah. Ia meminta pemerintah provinsi maupun kabupaten memberikan perhatian serius terhadap keberlanjutan layanan HIV/AIDS.

Menutup sambutannya, Freny mengungkapkan rencana KPA Papua Tengah untuk mendorong pemeriksaan HIV secara massal, dimulai dari jajaran pimpinan daerah hingga masyarakat luas, sebagai bentuk keteladanan dan upaya menekan stigma.

“Jika kita bersatu dan bekerja sama, kita dapat menyelamatkan banyak jiwa. Menyelamatkan satu nyawa berarti memberi harapan bagi masa depan Papua Tengah yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” pungkasnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemalangan Akses Sekolah di Wania, Pemerintah Distrik Pastikan Situasi Kondusif dan KBM Segera Normal

14 Januari 2026 - 14:19 WIB

Img 20260114 wa0304

Pemalangan Kembali Terjadi, Aktivitas Belajar SD Negeri Inauga Lumpuh

14 Januari 2026 - 14:11 WIB

Img 20260114 wa0302

Pemkab Puncak Tegaskan Korban Konflik Kwamki Narama Berimbang dan Telah Berdamai, ASN Terlibat Akan Disanksi

14 Januari 2026 - 14:00 WIB

20260112 164854

Konflik Warga Berakhir Damai, Pemkab Puncak Sampaikan Permohonan Maaf kepada Pemkab dan Masyarakat Mimika

14 Januari 2026 - 13:38 WIB

Screenshot 20260114 223746 gallery

Pakar Hukum Ingatkan Jurnalis Papua Pahami KUHP Baru Agar Terhindar Jeratan Hukum

14 Januari 2026 - 12:04 WIB

Img 20260114 wa0284
Trending di Headline