Menu

Mode Gelap
Sengketa PAW DPR Papua Tengah, Simon Gobai Resmi Tunjuk Yakehu sebagai Kuasa Hukum Natal di Tengah Luka Bangsa: Refleksi dari Sumatera hingga Papua Kepsek SD Inpres Nabarua Sampaikan Terima Kasih, 159 Siswa Terima PIP Usulan Senator Wilhelmus Pigai Sinergi Membangun SDM: Wilhelmus Pigai Dukung Penuh Program Pendidikan Gratis Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa: 2026 Adalah Tahun Lompatan Besar bagi Pendidikan Gratis di Papua Tengah Pesta Kembang Api Spektakuler di Pantai Nabire, Masyarakat: Terima Kasih Gubernur Meki Nawipa

Headline

Dilantik Jadi Ketua IK3M, Anton Welerubun Bersama Dua Raja Mengajak Warga Kei di Mimika Jaga Persatuan dan Nama Baik Leluhur 

Etty Welerbadge-check


					Dilantik Jadi Ketua IK3M, Anton Welerubun Bersama Dua Raja Mengajak Warga Kei di Mimika Jaga Persatuan dan Nama Baik Leluhur  Perbesar

TIMIKA — Pengurus Ikatan Kerukunan Keluarga Kei Mimika (IK3M) periode 2025–2030 resmi dilantik oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam sebuah acara yang turut disaksikan Raja Yaab Faan, Patrisius Renwarin, dan Raja Ratschap Maur Ohoiwut, Leopoldo Rahail. Pelantikan berlangsung di Gedung Eme Neme Yauware, Mimika, Papua Tengah, pada Sabtu (6/12/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Mimika Johannes Rettob berharap kepengurusan yang baru dapat bekerja secara solid serta melibatkan seluruh anggota IK3M dalam berbagai kegiatan organisasi. Ia menekankan pentingnya menjalin hubungan baik dengan suku Kamoro, Amungme, dan suku-suku lain di Mimika demi menjaga keharmonisan dan solidaritas.

“Kita besarkan organisasi ini dengan baik, dengan menunjukkan keharmonisan, integritas, kualitas, serta menjaga persaudaraan dengan seluruh suku di Mimika,” ujar Bupati.

Program Awal IK3M: Konsolidasi, Pelestarian Adat, dan Penguatan SDM

Ketua IK3M terpilih, Anton Welerubun, menyampaikan bahwa agenda pertama setelah pelantikan adalah Rapat Kerja (Raker) yang akan digelar pada Januari 2026. Raker tersebut akan membahas tiga program utama, yakni:

1. Konsolidasi untuk memperkuat persatuan dan kesatuan keluarga besar Kei di Kabupaten Mimika.

2. Pelestarian adat dan tradisi Kei agar tetap dijaga oleh generasi penerus.

3. Peningkatan kualitas sumber daya manusia keluarga Kei agar mampu berkompetisi dengan masyarakat lainnya di Mimika.

“Kita semua punya tugas masing-masing. Mari saling membantu, saling mengingatkan, dan membangun komunikasi yang baik untuk memajukan IK3M di Mimika,” tegas Anton.

Ia juga meminta warga Kei tetap mengikuti arahan para ketua ohoi (kampung) dan meninggalkan hal-hal yang tidak membawa kebaikan.

Pesan Adat dari Raja Maur Ohoiwut: ‘Hentikan Permusuhan, Satukan Hati’

Raja Maur Ohoiwut, Leopoldo Rahail, menegaskan bahwa kedatangan para raja ke Mimika membawa simbol adat dan tanggung jawab moral. Ia mengingatkan warga Kei untuk menghindari pertikaian serta menjaga nama baik leluhur.

“Kami datang membawa hukum adat untuk memberikan kepercayaan kepada ketua dan pengurus. Hentikan permusuhan dengan siapa pun. Tunjukkan bahwa kita datang dengan adat yang ditanamkan sejak kecil,” ujarnya.

Raja Rahail menambahkan, apa pun kesalahan yang pernah terjadi, baik sengaja maupun tidak, akan menjadi tanggung jawab mereka sebagai pemimpin adat untuk disampaikan kepada leluhur, agar perjalanan hidup warga Kei di tanah rantau menjadi lebih ringan.

Raja Yaab Faan: ‘Bersatu adalah Falsafah Hidup Orang Kei’

Raja Yaab Faan, Patrisius Renwarin, mengingatkan kembali falsafah orang Kei yang diwariskan turun-temurun, yaitu “Fuut enmehe ngifun, manut enmehe tilur, u wal wel ni ai rang rang” yang bermakna persatuan, kebersamaan, dan kemajuan bersama.

Menurutnya, kepengurusan IK3M periode 2025–2030 di bawah pimpinan Anton Welerubun menjadi lembaran baru bagi masyarakat Kei di Mimika.

“Hari ini kita melihat suasana kekeluargaan yang luar biasa, baik dalam hubungan dengan pemerintah maupun antar sesama orang Kei. Kekerasan harus ditinggalkan. Bahkan lambang Larvul Ngabal yang kini mengarah ke bawah melambangkan bahwa perang dan kekerasan bukan lagi jalan hidup kita,” tegasnya.

Ketiga tokoh adat Kei dan Bupati Mimika sepakat bahwa IK3M harus menjadi wadah persatuan, keharmonisan, dan pelestarian nilai-nilai leluhur. Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas masyarakat Kei serta membangun hubungan yang semakin baik dengan seluruh elemen masyarakat di Mimika. (Etty)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Speed Boat Alami Laka Laut, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi

13 Januari 2026 - 14:00 WIB

Img 20260113 wa0134

Pelajar SMA Negeri 1 Nabire Apresiasi Festival Media Se-Tanah Papua, Dinilai Jadi Pondasi Jurnalistik

13 Januari 2026 - 13:56 WIB

Img 20260113 wa0125

Festival Media Se-Tanah Papua Perdana 2026 di Nabire, Dihadiri Ratusan Wartawan dan Tokoh Pers 

13 Januari 2026 - 13:44 WIB

Img 20260113 wa0117

Ribuan Umat Kingmi Ikut Ibadah Peringati Hari Pekabaran Injil Masuk ke Pedalaman

13 Januari 2026 - 13:31 WIB

Img 20260113 wa0115

Berkas Perkara Tiga Tersangka Narkoba Dilimpahkan ke Kejaksaan

13 Januari 2026 - 13:27 WIB

Img 20260113 wa0111
Trending di Headline