TIMIKA – Musdat Adat (Musdat) pembentukan Lembaga Masyarakat Hukum Adat (LMHA) Suku Kamoro/Mimikawee telah dilaksanakan dan menghasilkan Weyaiku (Ketua) dan badan pengurus lainya.

Yohanes Yance Boyau mendapatkan suara terbanyak 24 suara dalam pemilihan ketua Lembaga Musyawarah Hukum Adat (LMHA) Suku Kamoro/Mimikawee melalui Musyawarah Adat (Musdat) yang diikuti perwakilan dari 74 kampung di wilayah suku Kamoro. Musdat berlangsung selama dua hari, 3–4 Desember 2025, di Gedung Tongkonan, Timika.

Sambutan perdana, Yance Boyau mengungkapkan apresiasi kepada seluruh masyarakat adat Kamoro yang telah memberikan amanah untuk memimpin lembaga tersebut. Terimakasih atas kepercayaan yang diberikan.
“Saya akan pegang teguh kepercayaan ini, saya akan jaga batas suku kamoro sampai dimana. Jika ada yang ingin mengambil atau sentuh wilayah adat kami, maka langkahi mayat saya dul, baru ambil ulayat kami. Tolong dukung saya untuk jaga ulayat kita. Harkat martabat suku Kamoro akan saya tegakan,” tegas Yance.

Yance menegaskan komitmennya membangun LMHA sebagai lembaga yang kuat, bermartabat, serta mampu menjadi rumah besar bagi seluruh komunitas Kamoro.
“Saya berterima kasih atas kepercayaan ini. Lima tahun ke depan, kita akan bekerja untuk mengangkat kembali adat dan seni budaya Kamoro yang mulai memudar, termasuk tradisi ukiran dan nilai-nilai kearifan lokal,” tutur Yance.
Yance juga menyinggung ketiadaan figur kepemimpinan adat yang solid selama hampir satu dekade, yang menurutnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
“Sudah sekitar sepuluh tahun tidak ada pemimpin adat yang memayungi masyarakat Kamoro,” ujarnya.
Yance juga bertekad menjadikan LMHA sebagai lembaga yang aktif merespons problem sosial, termasuk kebiasaan sebagian warga yang tidur di kawasan pasar lama dan tempat-tempat umum lainnya.
“Saya ingin masyarakat Kamoro tidak hanya mengeluh kepada pemerintah atau Freeport. Kita harus bangkit. Salah satu program saya adalah mengingatkan masyarakat agar dapat mandiri dan berkembang seperti paguyuban-paguyuban lain,” tegas Yance.
Ke depan, LMHA akan memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mimika serta berbagai paguyuban yang ada di daerah tersebut. Sinergi itu dinilainya penting guna menjaga kenyamanan, keamanan, dan keharmonisan di Mimika.
“Saya mohon dukungan semua pihak. Tanpa masyarakat saya tidak berarti apa-apa. Dengan dukungan kita bersama, saya akan berjuang menegakkan martabat suku Kamoro,” tambahnya.
Susunan Pengurus LMHA Kamoro/Mimika Wee 2025–2030 yaitu :
- Ketua (Weyaiku): Yohanis Yance Boyau
- Wakil Ketua I (Iyouwe): Fredy Sony Atiamona
- Wakil Ketua II (Amaroweyaiku): Damianus Samin
- Wakil Ketua III (Amarowe): Hendrikus Atapemame
- Wakil Ketua III (Mamerawe): Edward Yulianus Omeysro.

Setelah penetapan struktur organisasi oleh Ketua Pendiri LMHA Mimika, Philipus Monaweyau, kepengurusan LMHA Kamoro/Mimika Wee kini menanti proses pengukuhan serta penerbitan SK dari Pemerintah Kabupaten Mimika sebelum mulai menjalankan tugas secara resmi.
Selanjutnya Lima Pengurus Lembaga di kukuhkan secara adat suku Kamoro/Mimikawee oleh Ketua Pendiri LMHA, Philipus Monaweyau.

Musdat pertama masyarakat Kamoro membentuk LMHA ini ditutup secara resmi oleh Ketua Panitia Plasidius Natipia diiringi pukulan tifa oleh lima pengurus terpilih. (Etty)






