Menu

Mode Gelap
Sengketa PAW DPR Papua Tengah, Simon Gobai Resmi Tunjuk Yakehu sebagai Kuasa Hukum Natal di Tengah Luka Bangsa: Refleksi dari Sumatera hingga Papua Kepsek SD Inpres Nabarua Sampaikan Terima Kasih, 159 Siswa Terima PIP Usulan Senator Wilhelmus Pigai Sinergi Membangun SDM: Wilhelmus Pigai Dukung Penuh Program Pendidikan Gratis Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa: 2026 Adalah Tahun Lompatan Besar bagi Pendidikan Gratis di Papua Tengah Pesta Kembang Api Spektakuler di Pantai Nabire, Masyarakat: Terima Kasih Gubernur Meki Nawipa

Headline

Dewan Kesenian Papua Tengah Gelar Festival Seni & Pameran Noken Peringati Hari Noken 4 Desember 2025

Etty Welerbadge-check


					Dewan Kesenian Papua Tengah Gelar Festival Seni & Pameran Noken Peringati Hari Noken 4 Desember 2025 Perbesar

NABIRE – Dewan Kesenian Provinsi Papua Tengah menggelar Festival Seni dan Pameran Noken dalam rangka memperingati Hari Noken, 4 Desember 2025. Kegiatan yang menampilkan Live Song Noken dan Fashion Show tersebut berlangsung meriah di Bandar Udara Lama Nabire.

Img 20251204 wa0013

Ketua Dewan Kesenian Provinsi Papua Tengah, Nofit Nawipa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Hari Noken menjadi momentum penting untuk merayakan kreativitas budaya asli Papua. Ia menegaskan bahwa noken bukan hanya benda kerajinan, melainkan identitas dan warisan budaya yang harus dirawat lintas generasi.

“Noken ini bagian dari kreativitas budaya orang Papua. Hari ini kita rayakan budaya dengan jatuhnya Hari Noken 4 Desember. Kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan karena bisa hadir merayakan acara ini,” ujar Nawipa.

Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan makna Tari Odiyai tarian khas wilayah Meepago yang sebelumnya ditampilkan dalam festival. Tarian tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat Papua Tengah, ditandai dengan simbol tujuh wilayah adat yang direpresentasikan melalui tujuh warna kostum penari. Di antara tujuh simbol itu, terdapat satu yang menjadi pusat, yakni burung Odiyai, yang dikenal sebagai “raja cendrawasih”.

“odiyai adalah burung raja yang hidup di gunung paling tinggi. Tarian Odiyai ini menggambarkan keagungan burung tersebut dan harus dipelajari oleh seluruh sanggar di Papua Tengah. Hari ini kita lakukan peluncuran pertama,” jelas Nawipa.

Img 20251204 wa0012

Selain tarian, festival juga menampilkan fashion show bertema Noken dan burung Odiyai, yang diproduksi oleh para perempuan muda Papua Tengah. Parade busana ini dirancang untuk mengangkat nilai budaya, kreativitas, serta peran perempuan dalam menjaga warisan leluhur.

Nawipa menyoroti pentingnya mengajak generasi muda kembali mempelajari budaya lokal.

“Anak muda sekarang banyak kehilangan budaya. Kita perlu mengumpulkan tua-tua adat untuk melatih dan membimbing karena bangsa tanpa budaya adalah bangsa yang akan punah.” ujarnya.

Img 20251204 wa0014

Acara ini turut dihadiri OPD Papua Tengah, para seniman, sanggar seni, serta masyarakat Nabire. Nofit Nawipa menutup sambutan dengan seruan adat yang menggema di seluruh area festival.

Festival Seni dan Pameran Noken 2025 menjadi momentum penting bagi Papua Tengah untuk menegaskan komitmen melestarikan budaya dan memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi penerus.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Speed Boat Alami Laka Laut, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi

13 Januari 2026 - 14:00 WIB

Img 20260113 wa0134

Pelajar SMA Negeri 1 Nabire Apresiasi Festival Media Se-Tanah Papua, Dinilai Jadi Pondasi Jurnalistik

13 Januari 2026 - 13:56 WIB

Img 20260113 wa0125

Festival Media Se-Tanah Papua Perdana 2026 di Nabire, Dihadiri Ratusan Wartawan dan Tokoh Pers 

13 Januari 2026 - 13:44 WIB

Img 20260113 wa0117

Ribuan Umat Kingmi Ikut Ibadah Peringati Hari Pekabaran Injil Masuk ke Pedalaman

13 Januari 2026 - 13:31 WIB

Img 20260113 wa0115

Berkas Perkara Tiga Tersangka Narkoba Dilimpahkan ke Kejaksaan

13 Januari 2026 - 13:27 WIB

Img 20260113 wa0111
Trending di Headline