Menu

Mode Gelap
Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah Waket DPR Papua Tengah John Gobai Desak Penyediaan Sekolah, Puskesmas, dan Transportasi Umum di Perbatasan Mimika-Deiyai Kunjungan Kanonik Perdana Uskup Timika di Agimuga Disambut Meriah oleh Seribuan Umat Katolik Suku Amungme 80 Siswa di Raja Ampat Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis Diduga Terjadi Pengeboman Oleh Aparat di Maybrat, LP3BH Manokwari Desak Komnas HAM dan Dewan HAM Internasional Bertindak Ketua DPD RI Optimistis Surpres RUU Daerah Kepulauan Terbit Pekan Ini: Keadilan Fiskal Harus Berlayar!

Headline

Pemprov Papua Tengah Siapkan Pembentukan Lembaga Khusus, Fokus Tangani Perlindungan Anak Mulai 2026

Etty Welerbadge-check


					Pemprov Papua Tengah Siapkan Pembentukan Lembaga Khusus, Fokus Tangani Perlindungan Anak Mulai 2026 Perbesar

NABIRE – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DSP3A) Provinsi Papua Tengah, Roni Misikmbo, S.Sos., menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan memperkuat perhatian terhadap perlindungan anak melalui pembentukan lembaga khusus yang direncanakan mulai berjalan pada tahun 2026. Hal tersebut disampaikan Misikmbo kepada awak media usai pembukaan kegiatan koordinasi dan sinkronisasi pemenuhan hak anak di Nabire.

Img 20251203 wa0099

Menurutnya, kondisi anak-anak di Papua Tengah masih membutuhkan perhatian serius, terutama terkait meningkatnya kasus-kasus kriminalitas yang melibatkan anak.

“Memang perlu ada perhatian terkait kondisi anak-anak di Papua Tengah. Kami sudah berkoordinasi dengan OPD terkait, termasuk Bappeda, dan ke depan akan dibentuk satu lembaga khusus agar masalah-masalah menonjol, terutama kriminalitas, bisa diminimalisir, ” ujarnya.

Misikmbo menjelaskan bahwa pemerintah perlu memastikan adanya kegiatan positif yang dapat menopang perkembangan anak, termasuk literasi, pembinaan karakter, serta program-program yang membantu anak mengatur diri dan bertumbuh dalam lingkungan yang baik.

“Anak-anak harus dihimpun dalam kegiatan atau lembaga tertentu agar mereka hidup lebih baik dan terarah. Ini menjadi catatan penting bagi pemerintah Provinsi Papua Tengah,” tambahnya.

Sebagai bentuk komitmen, Pemprov Papua Tengah telah mengambil langkah awal dengan membentuk dinas yang fokus pada pemberdayaan perempuan dan anak. Rencananya, pada tahun 2026, urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak akan dipisahkan secara struktural dari Dinas Sosial agar penanganannya lebih terfokus.

“Rencana pembentukan OPD khusus ini diperkirakan berjalan pada pertengahan 2026. Dengan begitu, perhatian terhadap anak bisa lebih spesifik dan terarah,” jelas Misikmbo.

Ia berharap, langkah ini akan membuka ruang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk memberikan perlindungan optimal serta menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Papua Tengah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Musdat LMHA Dinilai Tidak Sesuai Mekanisme dan Prosedur Mekanisme, Lemasko Pimpinan Gerry Minta Dibatalkan

5 Desember 2025 - 10:59 WIB

Img 20251204 wa0021

Yohanes Yance Boyau Terpilih  dan Dikukuhkan Jadi Weyaiku Pertama LMHA Suku Kamoro/Mimikawe

5 Desember 2025 - 10:54 WIB

20251204 174919

LPPD Papua Tengah Gelar Rapat Konsultasi Persiapan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional 2026

5 Desember 2025 - 09:11 WIB

Img 20251205 wa0213

Menuju Kepastian Hak Ulayat: Papua Tengah Bahas Standar Kompensasi Hasil Hutan

5 Desember 2025 - 09:05 WIB

Img 20251205 wa0206

Pemprov Papua Tengah Gelar Sosialisasi Persiapan Perhitungan IDI 2025, Ukago: Instrumen Strategis Menilai Kualitas Demokrasi Daerah

5 Desember 2025 - 08:11 WIB

Img 20251205 wa0192
Trending di Headline