MANOKWARI, – Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI) untuk segera melakukan investigasi kemanusiaan menyusul dugaan keras terjadinya pengeboman oleh aparat keamanan negara (TNI) di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya.
Informasi ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, S.H., berdasarkan keterangan yang diterima dari kontak person di Bintuni pada Senin (2/12) pukul 16:50 WIT. Informasi tersebut menyebutkan bahwa pada Sabtu (29/11) dan Minggu (30/11), diduga telah terjadi tindakan pengeboman di sekitar wilayah Kampung Aimau dan Kampung Teyef, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat.
Warinussy menjelaskan, akibat insiden tersebut, sejumlah rumah dan bival masyarakat sipil di wilayah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah/berat. Meskipun demikian, hingga laporan ini dirilis, belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa dalam peristiwa ini.
Sebagai Lembaga Advokasi Hak Asasi Manusia (HAM), LP3BH Manokwari yang dipimpin oleh Yan Christian Warinussy menyatakan kekhawatiran yang sangat mendalam terhadap keselamatan masyarakat sipil di Distrik Aifat Timur, Maybrat, bahkan juga masyarakat sipil di wilayah Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, yang berdekatan dengan lokasi kejadian.
Yan Christian Warinussy menyerukan agar situasi yang sangat mengkhawatirkan ini segera menjadi perhatian dunia.
- Desakan kepada Komnas HAM RI: Segera melakukan investigasi kemanusiaan atas dugaan tindakan aparat keamanan ini.
- Desakan kepada Dewan Hak Asasi Manusia Internasional di Geneva, Switzerland: Segera memantau situasi yang berkembang di wilayah tersebut.
- Seruan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto: Sebagai Panglima TNI dan Kepala Negara, Presiden didesak untuk dapat memerintahkan dihentikannya operasi keamanan oleh TNI dan Polri yang dikhawatirkan dapat membawa dampak buruk bagi situasi keamanan warga masyarakat sipil di wilayah-wilayah tersebut.
Warinussy menambahkan, laporan yang diterima LP3BH juga mencatat adanya indikasi penggunaan bom roket dengan alat pelontar seperti terekam dalam beberapa data pendukung.






