Menu

Mode Gelap
Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana Meningkatnya Kriminalitas: Akar Masalah dan Solusi Holistik (Ditinjau dari Sosiologi Hukum) Banjir Bandang Sumatera: Alarm Bencana Ekologis dan Slow Violence di Seluruh Indonesia Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah

News

Peringatan Hari AIDS Sedunia di Nabire Dihantui Angka 10.822 Kasus HIV, Tertinggi se-Papua Tengah

adminbadge-check


					Peringatan Hari AIDS Sedunia di Nabire Dihantui Angka 10.822 Kasus HIV, Tertinggi se-Papua Tengah Perbesar

NABIRE – Peringatan Hari AIDS Sedunia di Kabupaten Nabire tahun 2025 menjadi sorotan serius terkait tingginya angka kasus HIV/AIDS di wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Nabire, melalui Plt. Sekretaris Daerah, bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) menggelar rangkaian kegiatan di halaman Kantor Bupati Nabire, Senin (1/12/2025), dengan tema “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”.

Kehadiran Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah, Freny Anouw, S. IP, menegaskan fakta mengkhawatirkan: Kabupaten Nabire masih menjadi wilayah dengan kasus HIV/AIDS tertinggi di Papua Tengah.

Anouw secara spesifik menyebutkan jumlah kasus yang fantastis dan menjadi fokus utama perhatian.

“Kasus HIV/AIDS tertinggi di Papua Tengah berada di Kabupaten Nabire dengan total kasus sebanyak 10.822. Kami memberi apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nabire yang memperingati hari HIV/AIDS ini secara khusus,” ujar Freny Anouw.

Jumlah 10.822 kasus ini menuntut perhatian dan aksi kolektif segera dari semua pihak.

Momentum peringatan ini juga digunakan untuk mengenang korban jiwa serta memperkuat upaya pencegahan dan pengobatan. Anouw menekankan tanggung jawab pemerintah daerah untuk melengkapi dan memastikan ketersediaan layanan kesehatan yang mudah diakses, termasuk:

  • Dukungan sarana dan prasarana.

  • Tenaga kesehatan yang memadai.

  • Layanan konseling dan pemeriksaan.

“Banyak layanan di bawah yang masih memiliki kendala akses. Pemerintah daerah perlu melengkapinya supaya masyarakat yang membutuhkan tidak kesulitan,” tegasnya.

Anouw juga mengingatkan bahwa peningkatan angka kasus—sekalipun tinggi—tidak boleh mengejutkan, melainkan menjadi tanggung jawab bersama untuk melakukan pencegahan dini, termasuk penularan dari ibu ke anak.

Selain itu, kolaborasi lintas pihak dari pemerintah, RT/RW, lembaga adat, hingga organisasi kemasyarakatan sangat penting untuk edukasi, sosialisasi, dan pencegahan dini.

Kegiatan ditutup dengan ajakan untuk bersama-sama menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap pengidap HIV/AIDS, serta meningkatkan kesadaran demi menjaga keberlanjutan layanan kesehatan bagi masyarakat. Bahkan, disebutkan bahwa ada pasien HIV di Nabire yang berhasil bertahan hidup hingga lebih dari sepuluh tahun berkat rutin mengikuti terapi pengobatan. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dilantik Jadi Ketua IK3M, Anton Welerubun Bersama Dua Raja Mengajak Warga Kei di Mimika Jaga Persatuan dan Nama Baik Leluhur 

8 Desember 2025 - 15:36 WIB

20251206 135728

Pemkab Mimika Kebut Penyusunan APBD 2026, OPD Diminta Percepat Rampungkan RKA

8 Desember 2025 - 14:20 WIB

20250923 103622

LBH Papua Tengah Desak Aparat Gelar Razia Senjata Tajam di Mimika Jelang Natal dan Tahun Baru

8 Desember 2025 - 14:04 WIB

Img 20251208 wa0126

Garda Terdepan Distribusi Energi, Awak Mobil Tanki Pertamina Patra Niaga Papua dan Maluku Tingkatkan Kehandalan dan Kewaspadaan

8 Desember 2025 - 13:51 WIB

Img 20251208 wa0102

Ketua BMA Papua Tengah Ajak Warga Jaga Kamtibmas Jelang Hari HAM Sedunia

8 Desember 2025 - 13:43 WIB

Img 20251208 wa0118
Trending di Headline