JAKARTA – Dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional tahun 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Pendidikan Profesi Guru (PPG) melaksanakan kegiatan “Direktur Mengajar” di SMA Negeri 1 Samarinda, Kalimantan Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk menginspirasi para murid dan menegaskan bahwa profesi guru adalah pekerjaan mulia yang memiliki jalur pendidikan profesional yang jelas.
Direktur PPG, Ferry Maulana Putra, yang hadir sebagai pengajar, mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) dalam memeriahkan Bulan Guru Nasional.
“Hari ini kami hadir untuk merefleksikan diri menjadi seorang guru yang berjuang mengajarkan ilmu, mendidik, serta pembangun karakter. Sekaligus kami juga menginspirasi mereka bahwa profesi guru adalah pekerjaan mulia dan program PPG sebagai jalan menuju guru yang hebat,” ujar Direktur Ferry.
Dalam sesi interaktif bersama para murid, Direktur Ferry memaparkan secara rinci alur pendidikan yang harus ditempuh seseorang untuk menjadi guru profesional yang bersertifikat.
Berikut adalah langkah-langkah yang dijelaskan:
-
Pilih Program Studi Pendidikan: Calon guru harus memilih program studi pendidikan guru yang relevan di perguruan tinggi.
-
Lulus Sarjana Pendidikan: Setelah lulus dan menjadi Sarjana Pendidikan, barulah seseorang dapat mendaftar untuk Program PPG.
-
Menempuh PPG: Peserta akan mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru dan menjalani praktik mengajar selama satu tahun.
-
Sertifikat Pendidik: Setelah berhasil lulus dari PPG, mereka akan mendapatkan sertifikat pendidik yang menjadi bekal untuk berkarir, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Salah satu murid, Kayla Zhivanna Huang, mengapresiasi cara pengajaran Direktur Ferry yang memantik cara berpikir kritis. Ia menuturkan bahwa materi tentang profesi guru yang didapatkan sangat menginspirasinya, menekankan bahwa menjadi guru hebat memerlukan proses pendidikan dan pelatihan yang panjang.
“Seorang guru tidak hanya terpusat dalam hal penyampaian materi. Namun, guru harus mengerti potensi masing-masing murid, mendengarkan aspirasinya, dan membimbing kami meraih masa depan yang cerah,” tutup Kayla.
Kegiatan “Direktur Mengajar” ini diharapkan dapat menumbuhkan minat generasi muda untuk memilih profesi guru, sekaligus memastikan bahwa para pendidik di masa depan adalah lulusan program pendidikan yang profesional dan berkualitas.






