Menu

Mode Gelap
Meningkatnya Kriminalitas: Akar Masalah dan Solusi Holistik (Ditinjau dari Sosiologi Hukum) Banjir Bandang Sumatera: Alarm Bencana Ekologis dan Slow Violence di Seluruh Indonesia Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah Waket DPR Papua Tengah John Gobai Desak Penyediaan Sekolah, Puskesmas, dan Transportasi Umum di Perbatasan Mimika-Deiyai Kunjungan Kanonik Perdana Uskup Timika di Agimuga Disambut Meriah oleh Seribuan Umat Katolik Suku Amungme 80 Siswa di Raja Ampat Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis

Headline

Rektor USWIM Nabire Dorong Pemerintah Perkuat Regulasi Literasi di Papua Tengah

Etty Welerbadge-check


					Rektor USWIM Nabire Dorong Pemerintah Perkuat Regulasi Literasi di Papua Tengah Perbesar

NABIRE — Hari kedua Temu Akbar Forum Pegiat Literasi Papua Tengah yang digelar sejak Kamis (27/11/2025) berlangsung dengan seminar dan diskusi bertajuk “Mencari Arah Literasi” di Aula DPU Kabupaten Nabire, Jalan Merdeka. Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Petrus Tekege, hadir sebagai salah satu narasumber utama.

Selain Rektor USWIM, turut hadir pegiat literasi Mis Murib, Ketua Yayasan SAPA Christywella Violeta Saroy, dan moderator Yones Magai. Kegiatan ini juga diisi pelatihan menulis cerita anak oleh Duta Bahasa Papua Favorit 2025, Agustina Doo, S.Pd., serta sesi perumusan masalah oleh Alex Giyai.

Usai menjadi pembicara dalam seminar, Rektor USWIM Nabire, Petrus Tekege, menegaskan pentingnya kegiatan literasi sebagai gerakan berkelanjutan di Papua Tengah.

“Kegiatan literasi seperti begini sangat baik dan perlu untuk sering dilakukan. Ini perlu dilakukan di kampus-kampus, di sekolah-sekolah, dan di dinas pendidikan kabupaten maupun provinsi,” ujar Petrus Tekege.

Menurutnya, pemerintah perlu menyediakan ruang khusus untuk kegiatan literasi agar diskusi dan pendidikan literasi dapat terus berjalan.

Tekege menilai persoalan rendahnya minat baca dan kemampuan literasi di Papua Tengah merupakan proses panjang yang membutuhkan intervensi dari berbagai pihak.

“Kita mau tingkatkan kesadaran orang untuk berliterasi, baca dan menulis. Tapi itu proses panjang dan butuh biaya, dari keluarga, PAUD, SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi,” jelasnya.

Ia menekankan perlunya regulasi dan kebijakan yang jelas agar pembangunan literasi berjalan terarah.

“Ini perlu ada regulasi atau peraturan yang diatur dengan baik, supaya masyarakat kita tidak terus tertinggal. Banyak warga Papua yang belum bisa membaca dan menulis,” katanya.

Tekege juga menyinggung kondisi masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak konflik sehingga tidak mendapatkan akses pendidikan layak.

“Ada masyarakat yang tidak tahu sekolah di mana, makan di mana, tinggal di mana. Ini harus menjadi perhatian pemerintah,” tutupnya.

Temu Akbar Pegiat Literasi Papua Tengah akan berlangsung selama tiga hari, dan diisi rangkaian seminar, pelatihan, serta perumusan program literasi untuk mendorong peningkatan kemampuan membaca dan menulis di Papua Tengah.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Mimika Lantik Pengurus IK3M 2025–2030, Tekankan Pentingnya Merawat Nilai Ain Ni Ain

6 Desember 2025 - 14:21 WIB

Img 20251206 wa0014

Warga Paniai Minta Presiden Tarik Pasukan Non Organik, DPR Papua Tengah: Paniai Aman

6 Desember 2025 - 13:46 WIB

Img 20251206 wa0006

Meningkatnya Kriminalitas: Akar Masalah dan Solusi Holistik (Ditinjau dari Sosiologi Hukum)

6 Desember 2025 - 03:00 WIB

Whatsapp image 2025 12 06 at 11.54.25

Banjir Bandang Sumatera: Alarm Bencana Ekologis dan Slow Violence di Seluruh Indonesia

6 Desember 2025 - 01:52 WIB

Whatsapp image 2025 12 06 at 10.37.10

Efisiensi Anggaran 2026, YPMAK Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Stabil

5 Desember 2025 - 22:00 WIB

Img 20251206 wa0005
Trending di Headline