JAKARTA – Pemerintah Indonesia menyatakan optimisme tinggi mengenai kinerja ekonomi nasional pada tahun 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, bahkan mengungkapkan bahwa seluruh potensi risiko ekonomi telah berhasil dikendalikan sejak akhir tahun 2025.
Keyakinan ini disampaikan Airlangga dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Jakarta. Ia menegaskan bahwa upaya mitigasi risiko yang dilakukan tahun ini menjadi dasar kuat untuk proyeksi tahun depan.
”Jadi indikator-indikator risiko pertumbuhan 2026 sudah terserap tahun ini,” ujar Airlangga, sebagaimana dikutip dari laporan CNBC Indonesia.
Langkah pengendalian risiko tersebut berujung pada pandangan positif terhadap kinerja makroekonomi ke depan.
”Sehingga proyeksi pertumbuhan ekonomi positif tahun 2026,” kata Airlangga melanjutkan.
Optimisme pertumbuhan positif ini didukung oleh sejumlah indikator ekonomi yang menunjukkan tren penguatan:
- Konsumsi Masyarakat: Daya beli dan konsumsi masyarakat tetap terjaga, tercermin dari naiknya Mandiri Spending Index (MSI) pada November 2025 yang mencapai level 312,8, dari sebelumnya 297,4 di Oktober 2025.
- Realisasi Investasi: Investasi asing dan domestik terus tumbuh, dengan realisasi investasi hingga September 2025 mencapai angka signifikan Rp 1.434 triliun.
- Belanja Pemerintah: Pemerintah juga aktif menjaga geliat ekonomi melalui belanja negara senilai Rp 1.109 triliun yang telah digelontorkan hingga akhir November 2025.
Dengan kombinasi dari indikator pendorong dan mitigasi risiko yang efektif, pemerintah percaya bahwa momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada tahun 2026.






