NABIRE – Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRPT) dan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, telah mencapai kesepakatan untuk mengambil langkah strategis dalam memfasilitasi dan menyelesaikan konflik yang terjadi di Distrik Kapiraya.
Kesepakatan ini disampaikan oleh Anggota DPR Papua Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, Maksimus Takimai, usai melakukan pertemuan koordinasi dengan Gubernur di Kantor Gubernur Papua Tengah, pada Rabu (26/11/25).
Maksimus Takimai menegaskan perlunya menghentikan konflik dengan kekerasan yang hanya akan merusak tatanan sosial yang sudah lama terjalin. Ia menekankan bahwa jalan damai adalah solusi terbaik.
“Konflik di Kapiraya itu saya menduga disebabkan karena batas adat, batas pemerintah antara Kabupaten Deiyai dan Kabupaten Mimika. Kemudian yang juga memicu adalah kegiatan tambang,” ungkap Maksimus kepada wartawan.
Untuk menuntaskan persoalan ini, Maksimus menyatakan bahwa penyelesaian harus ditempuh melalui jalur damai antara Suku Mee dan Suku Kamoro, serta melibatkan Pemerintah Kabupaten Deiyai dan Mimika. Selain itu, aktivitas tambang di Kapiraya juga harus dihentikan demi terciptanya situasi yang kondusif.
“Langkah seperti ini kita akan lakukan tentu bersama-sama dengan Gubernur. Kami tadi sudah sepakati [Turlap] awal Desember,” ujarnya.
Maksimus menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan DPRPT akan segera menyusun langkah-langkah teknis penanganan konflik. Setelah persiapan rampung, seluruh pihak yang terlibat akan turun langsung ke lapangan (Turlap) untuk menyelesaikan semua akar masalah secara komprehensif.
“Setelah oke semua, kami semua akan turun di sana untuk menyelesaikan batas adat, batas pemerintah maupun persoalan aktivitas tambang. Intinya kita akan tuntaskan secara komprehensif,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Maksimus Takimai juga turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa akibat konflik tersebut. Salah satu korban yang meninggal dunia adalah tokoh agama Kapiraya, Gembala Ev. Neleas Peuki, serta sejumlah warga yang mengalami luka-luka.






