Menu

Mode Gelap
Sengketa PAW DPR Papua Tengah, Simon Gobai Resmi Tunjuk Yakehu sebagai Kuasa Hukum Natal di Tengah Luka Bangsa: Refleksi dari Sumatera hingga Papua Kepsek SD Inpres Nabarua Sampaikan Terima Kasih, 159 Siswa Terima PIP Usulan Senator Wilhelmus Pigai Sinergi Membangun SDM: Wilhelmus Pigai Dukung Penuh Program Pendidikan Gratis Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa: 2026 Adalah Tahun Lompatan Besar bagi Pendidikan Gratis di Papua Tengah Pesta Kembang Api Spektakuler di Pantai Nabire, Masyarakat: Terima Kasih Gubernur Meki Nawipa

News

Kontraksi Ekonomi Papua Tengah, Mendagri Tito Ungkap Penyebabnya

adminbadge-check


					Kontraksi Ekonomi Papua Tengah, Mendagri Tito Ungkap Penyebabnya Perbesar

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan alasan di balik perlambatan signifikan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Tengah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Papua Tengah mengalami kontraksi sebesar minus 4,74% (year-on-year) pada kuartal III-2025.

Mendagri Tito menyampaikan laporan ini usai rapat terbatas di Istana Negara pada Senin (24/11/2025) lalu. Ia menyebutkan bahwa daerah yang mengalami kontraksi adalah Papua Tengah, khususnya yang mencakup kawasan operasi PT Freeport Indonesia.

Tito Karnavian memaparkan secara spesifik penyebab anjloknya ekonomi tersebut sebagai berikut:

“Di mana yang tertinggi misalnya Maluku Utara, ada yang minus yaitu Papua Tengah. Saya sampaikan, tanya beliau kenapa penyebabnya, diantaranya karena adanya ekspor dari Freeport yang tertahan, adanya smelter yang pernah terbakar, kemudian ada longsor yang membuat produksinya mereka menjadi tertahan.”

Tito menambahkan bahwa dampak dari gangguan ini sangat terasa di tingkat regional:

“Itu mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Papua Tengah, Timika mengalami kontraksi minus 8%. Tapi ada daerah lain yang tinggi, jadi saya sampaikan ada pem-balance-nya,” kata Tito, usai rapat.

Sebagai informasi tambahan, gangguan yang dimaksud, terutama insiden longsor di kawasan Grasberg Block Cave (GBC), diketahui menyebabkan produksi dan penjualan tembaga serta emas Freeport mengalami penurunan signifikan, bahkan membuat kapasitas produksi Freeport menurun hingga sekitar 70%.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemalangan Akses Sekolah di Wania, Pemerintah Distrik Pastikan Situasi Kondusif dan KBM Segera Normal

14 Januari 2026 - 14:19 WIB

Img 20260114 wa0304

Pemalangan Kembali Terjadi, Aktivitas Belajar SD Negeri Inauga Lumpuh

14 Januari 2026 - 14:11 WIB

Img 20260114 wa0302

Pemkab Puncak Tegaskan Korban Konflik Kwamki Narama Berimbang dan Telah Berdamai, ASN Terlibat Akan Disanksi

14 Januari 2026 - 14:00 WIB

20260112 164854

Konflik Warga Berakhir Damai, Pemkab Puncak Sampaikan Permohonan Maaf kepada Pemkab dan Masyarakat Mimika

14 Januari 2026 - 13:38 WIB

Screenshot 20260114 223746 gallery

Pakar Hukum Ingatkan Jurnalis Papua Pahami KUHP Baru Agar Terhindar Jeratan Hukum

14 Januari 2026 - 12:04 WIB

Img 20260114 wa0284
Trending di Headline