Menu

Mode Gelap
Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026

News

Kontraksi Ekonomi Papua Tengah, Mendagri Tito Ungkap Penyebabnya

adminbadge-check


					Kontraksi Ekonomi Papua Tengah, Mendagri Tito Ungkap Penyebabnya Perbesar

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan alasan di balik perlambatan signifikan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Tengah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Papua Tengah mengalami kontraksi sebesar minus 4,74% (year-on-year) pada kuartal III-2025.

Mendagri Tito menyampaikan laporan ini usai rapat terbatas di Istana Negara pada Senin (24/11/2025) lalu. Ia menyebutkan bahwa daerah yang mengalami kontraksi adalah Papua Tengah, khususnya yang mencakup kawasan operasi PT Freeport Indonesia.

Tito Karnavian memaparkan secara spesifik penyebab anjloknya ekonomi tersebut sebagai berikut:

“Di mana yang tertinggi misalnya Maluku Utara, ada yang minus yaitu Papua Tengah. Saya sampaikan, tanya beliau kenapa penyebabnya, diantaranya karena adanya ekspor dari Freeport yang tertahan, adanya smelter yang pernah terbakar, kemudian ada longsor yang membuat produksinya mereka menjadi tertahan.”

Tito menambahkan bahwa dampak dari gangguan ini sangat terasa di tingkat regional:

“Itu mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Papua Tengah, Timika mengalami kontraksi minus 8%. Tapi ada daerah lain yang tinggi, jadi saya sampaikan ada pem-balance-nya,” kata Tito, usai rapat.

Sebagai informasi tambahan, gangguan yang dimaksud, terutama insiden longsor di kawasan Grasberg Block Cave (GBC), diketahui menyebabkan produksi dan penjualan tembaga serta emas Freeport mengalami penurunan signifikan, bahkan membuat kapasitas produksi Freeport menurun hingga sekitar 70%.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelarian Berakhir, Pelaku Penganiayaan Berat di Mapurujaya Dibekuk Tim Babat Satreskrim Polres Mimika

21 Juli 2026 - 03:23 WIB

IMG 20260721 WA0003

Lomba Bertutur Cerita Rakyat Mimika Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

21 Juli 2026 - 02:58 WIB

IMG 20260720 WA0051

Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting

21 Juli 2026 - 01:55 WIB

Poe5sxfxexbgb6v

Bupati Deiyai Tekankan Disiplin ASN, Penempatan Sesuai Kompetensi dan Percepatan Pembinaan CPNS, PPPK, THK2

20 Juli 2026 - 13:01 WIB

IMG 20260720 WA0050

Wabup Mimika Soroti Lambatnya Serapan Anggaran, OPD Diminta Perkuat Koordinasi

20 Juli 2026 - 12:54 WIB

IMG 20260720 WA0035
Trending di Headline