Menu

Mode Gelap
Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas

Headline

Perlu Regulasi Daerah, Pemerintahan Adat di Papua Tengah Mendesak Diatur dalam Perdasi

Etty Welerbadge-check


					Perlu Regulasi Daerah, Pemerintahan Adat di Papua Tengah Mendesak Diatur dalam Perdasi Perbesar

NABIRE — Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, menegaskan pentingnya pemerintah provinsi segera menetapkan regulasi khusus yang mengatur pemerintahan adat di wilayah Papua Tengah. Hal ini disampaikan Gobai sebagai respons atas kebutuhan mendesak untuk merevitalisasi kampung-kampung adat sebagai basis pemerintahan asli yang telah hidup jauh sebelum negara berdiri.

Dalam Keterangan tertulis kepada awak media Selasa, (25/11/2025), Gobai mengingatkan bahwa keberadaan masyarakat hukum adat telah dijamin oleh konstitusi. Pasal 18B ayat (2) UUD 1945 menegaskan bahwa “Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat serta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai perkembangan zaman serta ketentuan peraturan perundang-undangan.”

Selain itu, UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa menegaskan bahwa desa dapat berupa desa adat atau nama lain yang telah digunakan secara turun-temurun. Ketentuan ini menjadi ruang hukum bagi pemerintah daerah untuk menetapkan nomenklatur kampung sesuai struktur adat asli di tiap suku di Papua Tengah.

Tidak Harus Menggunakan Istilah “Kampung Adat”

Gobai menyoroti bahwa istilah kampung adat secara historis tidak dikenal dalam kultur masyarakat Papua. Yang ada adalah nama-nama kampung asli berdasarkan struktur sosial dan suku masing-masing. Karena itu, Papua Tengah tidak wajib mengikuti penyebutan “desa adat”, tetapi dapat menggunakan nama asli yang memang telah hidup sejak leluhur.

Ia mencontohkan beberapa nama kampung asli di sejumlah kabupaten, seperti:

* Isorei dan Taparu di Mimika
* Emawa dan Nduni di Intan Jaya, Paniai, Deiyai, Dogiyai
* Tongoi dan Kunume di Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya

Menurut Gobai, penggunaan nama lokal ini akan mempertegas identitas budaya serta memberikan pengakuan formal terhadap struktur pemerintahan adat yang telah berjalan selama ini.

Dorongan Penyusunan Perdasi Pemerintahan Adat

Dalam paparannya, Gobai mendorong agar Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama DPR segera membahas Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Perdasi) yang mengatur pemerintahan adat. Materi muatan raperdasi tersebut harus mengakomodasi revitalisasi kampung asli sebagai penyelenggara pemerintahan berbasis budaya suku.

Ia menegaskan perlunya pencantuman daftar kampung asli dalam regulasi, atau memberikan kewenangan kepada pemerintah kabupaten/kota untuk menetapkannya melalui Perda turunan dari Perdasi tingkat provinsi.

“Kita mesti mendorong kembali raperdasi tentang Pemerintahan Adat yang mengatur revitalisasi kampung asli sebagai basis pemerintahan sesuai budaya suku-suku di Papua Tengah,” tegas Gobai.

Ia menambahkan bahwa pengakuan formal melalui regulasi tidak hanya memperkuat eksistensi pemerintahan adat, tetapi juga memastikan bahwa nilai-nilai tradisional tetap hidup dalam sistem pemerintahan modern.

Penutup

Dorongan ini menjadi langkah penting di tengah meningkatnya tuntutan penguatan identitas dan peran masyarakat adat di Papua. Dengan adanya regulasi khusus, pemerintahan adat di Papua Tengah diharapkan dapat lebih terstruktur, diakui negara, dan berfungsi sebagai fondasi pembangunan berbasis budaya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pembukaan Turnamen Futsal HUT RI ke-81 Deiyai Digelar Besok, ASN Diajak Ramaikan Kegiatan

14 Juli 2026 - 13:23 WIB

IMG 20260714 WA0182

Papua Tengah Perkuat Basis Data Industri, Tim Provinsi Lakukan Pendataan Tenaga Kerja di Deiyai

14 Juli 2026 - 13:18 WIB

IMG 20260714 WA0179

DPMK Deiyai Perkuat Program Ekina Tonawi, 67 Kampung Kembali Terima Bantuan Pakan Ternak Babi

14 Juli 2026 - 13:09 WIB

IMG 20260714 WA0175

Bupati Dogiyai Pastikan Gaji Honorer Tetap Dibayar Hingga Akhir 2026, Siapkan Solusi Jelang Penghapusan Status Non-ASN

14 Juli 2026 - 11:55 WIB

IMG 20260714 WA0162

MPLS SMK Negeri 2 Nabire, Dinas Pendidikan Ingatkan Bahaya Bullying dan Penyalahgunaan Media Sosial

14 Juli 2026 - 11:51 WIB

IMG 20260714 WA0156
Trending di Headline