Menu

Mode Gelap
Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana Meningkatnya Kriminalitas: Akar Masalah dan Solusi Holistik (Ditinjau dari Sosiologi Hukum) Banjir Bandang Sumatera: Alarm Bencana Ekologis dan Slow Violence di Seluruh Indonesia Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah

News

Dampak Longsor Tambang: Produksi Freeport Anjlok, Namun Pendapatan Tetap Melambung

adminbadge-check


					Dampak Longsor Tambang: Produksi Freeport Anjlok, Namun Pendapatan Tetap Melambung Perbesar

JAKARTA – Direktur Utama PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas, mengungkapkan dampak insiden longsoran tambang bawah tanah yang terjadi beberapa waktu lalu terhadap kinerja perusahaan pada tahun 2025. Meskipun volume produksi mengalami penurunan drastis, PTFI memproyeksikan pendapatan perusahaan dan kontribusi kepada negara justru akan melampaui target awal Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025.

​Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Tony menjelaskan bahwa insiden longsoran ini menyebabkan revisi besar pada target produksi.

​Tembaga: Proyeksi penjualan tembaga turun dari target RKAB 770 ribu ton menjadi sekitar 537 ribu ton (mencapai 70% dari target).

​Emas: Penjualan emas diproyeksikan anjlok hampir separuhnya, dari 67 ton menjadi hanya 33 ton hingga akhir tahun 2025.

​Meskipun produksi anjlok, PTFI memperkirakan pendapatan penjualan total tahun ini masih bisa mencapai US$ 8,5 miliar, hanya turun 18% dari target awal US$ 10,4 miliar. Hal ini terjadi berkat lonjakan harga komoditas global.

​Tony Wenas mencontohkan, harga emas yang diproyeksikan dalam RKAB 2025 adalah US$ 1.900 per ounce, namun harga saat ini mencapai sekitar US$ 3.400 per ounce.

​”Pendapatan dari emas diproyeksi naik hingga sekitar 80%, padahal produksinya berkurang hampir separuhnya,” kata Tony.

​Demikian pula untuk tembaga, pendapatan diproyeksikan naik 19% lebih tinggi dari rencana, meskipun volume produksinya hanya 70% dari target.

​Kenaikan harga komoditas juga berimbas positif pada penerimaan negara. PTFI memperkirakan kontribusi pendapatan negara dari Freeport akan mencapai US$ 4,1 miliar (sekitar Rp 70 triliun), melampaui target RKAB 2025 sebesar US$ 3,7 miliar.

​Faktor pendorong tingginya penerimaan negara ini tidak hanya dari harga komoditas yang tinggi, tetapi juga dari pembayaran cicilan pajak penghasilan badan atas kinerja perusahaan tahun 2024.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dilantik Jadi Ketua IK3M, Anton Welerubun Bersama Dua Raja Mengajak Warga Kei di Mimika Jaga Persatuan dan Nama Baik Leluhur 

8 Desember 2025 - 15:36 WIB

20251206 135728

Pemkab Mimika Kebut Penyusunan APBD 2026, OPD Diminta Percepat Rampungkan RKA

8 Desember 2025 - 14:20 WIB

20250923 103622

LBH Papua Tengah Desak Aparat Gelar Razia Senjata Tajam di Mimika Jelang Natal dan Tahun Baru

8 Desember 2025 - 14:04 WIB

Img 20251208 wa0126

Garda Terdepan Distribusi Energi, Awak Mobil Tanki Pertamina Patra Niaga Papua dan Maluku Tingkatkan Kehandalan dan Kewaspadaan

8 Desember 2025 - 13:51 WIB

Img 20251208 wa0102

Ketua BMA Papua Tengah Ajak Warga Jaga Kamtibmas Jelang Hari HAM Sedunia

8 Desember 2025 - 13:43 WIB

Img 20251208 wa0118
Trending di Headline