NABIRE — Musyawarah Besar (Mubes) Sunda Ngahiji Papua Tengah resmi digelar di Aula Kodim 1705/Nabire pada Minggu (22/11/2025). Kegiatan yang mempertemukan seluruh keluarga besar Sunda di Papua Tengah ini berlangsung meriah dan penuh nuansa kebersamaan lintas budaya.
Gubernur Papua Tengah, yang tidak dapat hadir secara langsung, diwakili oleh Marten Ukago untuk menyampaikan sambutan resmi pemerintah daerah. Dalam kesempatan itu, Gubernur melalui perwakilannya menyampaikan permohonan maaf dan sekaligus memberikan apresiasi tinggi kepada warga Sunda yang selama ini hidup harmonis dan berkontribusi dalam pembangunan Papua Tengah.

Dalam sambutannya, Marten Ukago membuka acara dengan salam dari berbagai bahasa daerah di delapan kabupaten wilayah Meepago sebagai wujud penghormatan terhadap keberagaman. Ia menegaskan bahwa Papua Tengah adalah rumah bagi banyak suku yang datang dan turut membangun kehidupan bersama masyarakat adat Papua.
“Suku Sunda merupakan contoh nyata bagaimana perbedaan tidak menjadi jarak, tetapi justru memperkaya harmoni sosial di Papua Tengah. Kami menaruh penghargaan yang tinggi atas komitmen Sunda Ngahiji dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan,” ujarnya.
Pemilihan Ketua Suku, Momen Strategis Komunitas Sunda
Mubes Sunda Ngahiji Papua Tengah tahun ini mengusung agenda utama yaitu pemilihan dan pengukuhan Ketua Suku Sunda Ngahiji. Pemilihan ini diharapkan dapat menghadirkan pemimpin yang mampu mengayomi, menyatukan, serta menjaga kehormatan komunitas Sunda di tanah rantau.

Marten Ukago berharap proses pemilihan berjalan demokratis dan damai. Siapapun yang terpilih, ia menekankan agar ketua baru mampu menggerakkan potensi masyarakat Sunda untuk terus memberikan kontribusi positif dalam berbagai aspek pembangunan daerah.
Seruan untuk Menjadi Jembatan Keharmonisan
Dalam momen tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah kembali membuka ruang kolaborasi kepada komunitas Sunda untuk terlibat aktif dalam bidang sosial, budaya, ekonomi, dan pembangunan lainnya.
“Hidup di tanah rantau membutuhkan kemampuan beradaptasi dan sikap saling menghormati. Kami mengajak keluarga besar Sunda Ngahiji untuk menjadi jembatan keharmonisan antara masyarakat pendatang dan masyarakat asli Papua,” kata Ukago.
Ia juga menilai filosofi hidup masyarakat Sunda—*Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh*—sangat relevan dalam memperkuat persaudaraan dan toleransi di Papua Tengah.
Wujudkan Daerah yang Inklusif dan Sejahtera
Mewakili Gubernur, Marten Ukago menutup sambutannya dengan ajakan untuk bersama-sama membangun Papua Tengah sebagai provinsi yang inklusif, aman, dan sejahtera bagi semua warga.

Mubes Sunda Ngahiji Papua Tengah diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah seluruh peserta yang hadir, menegaskan bahwa keberagaman budaya di Papua Tengah tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan dan pembangunan daerah. (MB)






