Menu

Mode Gelap
Percepat Respons Negara, Anggota Dewan Papua Tengah Temui DPD RI Bawa Aspirasi Lintas Sektor Mendagri dan Komite I DPD RI Evaluasi Isu Strategis Daerah: Fokus pada Kesiapan Fiskal DOB dan Percepatan Pembangunan Papua Natalius Pigai Bertekad Jadikan Indonesia Presiden Dewan HAM PBB, Targetkan Perubahan Tatanan Dunia Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana

Headline

Freeport Apresiasi Tiga Generasi Muda Amungme dan Kamoro yang Raih Gelar Dokter

Etty Welerbadge-check


					Freeport Apresiasi Tiga Generasi Muda Amungme dan Kamoro yang Raih Gelar Dokter Perbesar

TIMIKA — PT Freeport Indonesia (PTFI) mengapresiasi pencapaian tiga generasi muda Papua penerima beasiswa yang dikelola melalui Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK). Ketiganya berhasil menyelesaikan pendidikan kedokteran dan resmi menyandang gelar dokter pada tahun ini.

Director & Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan para penerima beasiswa tersebut.

“Kami mengapresiasi pencapaian ketiga anak penerima beasiswa PTFI ini. Mereka membuktikan bahwa kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, serta sikap adaptif telah membawa mereka meraih cita-cita. Freeport bangga dapat menjadi bagian dari langkah besar anak-anak Papua berprestasi di tingkat nasional dan global,” ujar Claus di Timika, Sabtu, (22/11/2025)

Dokter Pertama dari Suku Amungme dan Kamoro

Ketiga lulusan baru tersebut adalah:

* dr. Thalia Thomas Karupukaro, dokter perempuan pertama dari Suku Kamoro

* dr. Christanto Beanal, dokter laki-laki pertama dari Suku Amungme

* dr. Sephia Chrisilla Jangkup, dokter perempuan pertama dari Suku Amungme

Claus menegaskan bahwa capaian ini memperlihatkan dampak nyata program beasiswa PTFI yang dikelola melalui YPMAK dalam mendukung pendidikan generasi Papua.

Komitmen Panjang YPMAK Dalam Pengembangan SDM Papua

Program beasiswa YPMAK telah berjalan sejak tahun 1996 dan menjadi salah satu bentuk komitmen PTFI dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya masyarakat adat Suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan lainnya.

Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan ketiga dokter tersebut.

“Kami ingin mempersiapkan sumber daya manusia yang kuat melalui dana kemitraan dari PTFI, agar anak-anak Papua dapat kembali membantu masyarakatnya sendiri,” ujar Leo.

Kisah Perjalanan Para Dokter Muda

dr. Thalia Thomas Karupukaro

Img 20251122 wa0193

Thalia menerima beasiswa sejak 2013, mulai dari SMP di Tomohon, Sulawesi Utara, hingga lulus sebagai dokter dari Universitas Katolik Atma Jaya pada 4 November 2025.

Ia menyebut dua momen paling membanggakan dalam perjalanan pendidikannya:

* Terpilih mewakili Sulawesi Utara dalam lomba nasional geosains,

* dan pasien yang kembali khusus untuk mengucapkan terima kasih atas pertolongannya.

“Sesederhana itu, tetapi sangat membanggakan. Saya merasa benar-benar bermanfaat,” ujar Thalia.

Ia mengungkapkan motivasinya menjadi dokter karena pengalaman pribadi akan sulitnya akses layanan kesehatan di Papua.

“Beasiswa PTFI membuka jalan bagi saya. Saya ingin menjadi solusi bagi masalah kesehatan di Papua,” katanya.

dr. Christanto Beanal

Img 20251122 wa0194

 

Christanto menyelesaikan pendidikan dokter di Unika Atma Jaya dan kini menempuh S2 Manajemen Rumah Sakit di Universitas Pelita Harapan (UPH).

Ia menekankan bahwa beasiswa YPMAK memberikan dukungan menyeluruh.

“YPMAK menyediakan support system yang sangat berarti, bukan hanya administrasi, tetapi juga dukungan psikis dan emosional,” jelasnya.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya akademik, tetapi juga kebutuhan akan komunitas yang saling menguatkan.

dr. Sephia Chrisilla Jangkup

Img 20251122 wa0191

Sephia lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta pada awal 2025 dan kini menjalani internship di RSUD Mimika.

“Saya bangga dapat membuktikan bahwa anak-anak dari Timika, khususnya suku Amungme dan Kamoro, bisa menjadi dokter,” ujarnya.

Ia berharap keberhasilannya dapat menginspirasi generasi berikutnya.

Tentang PT Freeport Indonesia (PTFI)

PTFI adalah perusahaan tambang mineral terkemuka yang merupakan afiliasi dari Freeport-McMoRan Inc. (FCX) dan Mining Industry Indonesia (MIND ID). Perusahaan ini mengoperasikan tambang tembaga dan emas berkelas dunia di kawasan Grasberg, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Kegiatan pemurnian mineral dilakukan di fasilitas smelter di Gresik, Jawa Timur, sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap hilirisasi mineral dalam negeri.

PTFI menempatkan pembangunan berkelanjutan sebagai pilar utama melalui investasi sosial di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat adat di sekitar wilayah operasional perusahaan. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Percepat Respons Negara, Anggota Dewan Papua Tengah Temui DPD RI Bawa Aspirasi Lintas Sektor

13 Desember 2025 - 01:23 WIB

Serakah aspirasi ke dpd

Workshop Penguatan Dekranasda dan Pelatihan Kerajinan Mimika Resmi Bergulir

12 Desember 2025 - 13:44 WIB

Img 20251212 wa0099

Akhir Tahun Penuh Kepedulian: TP-PKK Mimika Gelar Layanan Kesehatan dan Berbagi Kasih di Posyandu Kasana

12 Desember 2025 - 13:35 WIB

Img 20251212 wa0106

Kakanwil Kemenag Papua Audiensi dengan Gubernur, Bahas Dukungan Program Keagamaan hingga Rencana Embarkasi Haji

12 Desember 2025 - 13:29 WIB

Img 20251212 wa0058

Ditjen Bimas Kristen dan Katolik Gelar Festival Kasih Nusantara Bersama Kemenag di TMII 

12 Desember 2025 - 13:12 WIB

Img 20251212 wa0045
Trending di Headline