Menu

Mode Gelap
Meningkatnya Kriminalitas: Akar Masalah dan Solusi Holistik (Ditinjau dari Sosiologi Hukum) Banjir Bandang Sumatera: Alarm Bencana Ekologis dan Slow Violence di Seluruh Indonesia Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah Waket DPR Papua Tengah John Gobai Desak Penyediaan Sekolah, Puskesmas, dan Transportasi Umum di Perbatasan Mimika-Deiyai Kunjungan Kanonik Perdana Uskup Timika di Agimuga Disambut Meriah oleh Seribuan Umat Katolik Suku Amungme 80 Siswa di Raja Ampat Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis

News

Pemuda Katolik Paniai Tolak Keras Penambahan Militer Non-Organik, Desak Perang Melawan Miras dan Judi

adminbadge-check


					Pemuda Katolik Paniai Tolak Keras Penambahan Militer Non-Organik, Desak Perang Melawan Miras dan Judi Perbesar

ENAROTALI,– Ketua Karateker Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kabupaten Paniai, Yunus Gobay, menyatakan keseriusan organisasinya dalam membenahi internal melalui kaderisasi sambil mendampingi masyarakat menghadapi isu keamanan dan penyakit sosial yang disampaikan melalui Tiiruu Podcast. Sabtu, (22/11/2025).

​Gobay menyoroti tingginya kasus HIV/AIDS (mencapai 2.527 kasus per semester I 2025) dan maraknya Miras, Judi, dan Prostitusi yang merusak tatanan sosial. Menurutnya, Miras bukanlah budaya Paniai dan hanya membawa kemusnahan.

​Kritik utama diarahkan pada lemahnya ketegasan pengawasan dan penegakan Perda yang sudah ada. “Perda tentang pemberantasan Miras sudah ditetapkan, namun kendalanya adalah pengawasan produk hukumnya,” tegas Gobay. Pemuda Katolik siap mendukung penuh upaya KPA dan penindakan tegas terhadap perjudian.

​Isu paling krusial yang diangkat adalah penolakan keras masyarakat Paniai terhadap penambahan militer non-organik (TNI Mariner dan Rajawali). Penolakan ini didasari oleh trauma masa lalu dan kekhawatiran bahwa penempatan pasukan justru menambah konflik di wilayah yang diklaim relatif stabil.

​Pemuda Katolik telah mendampingi aksi masyarakat dan mendukung langkah DPRD Paniai membentuk tim pansus untuk mengawal aspirasi penarikan pasukan tersebut hingga ke pemerintah pusat.

​Sebagai penutup, Gobay menyerukan agar semua Organisasi Kepemudaan (OKP) di Paniai bersatu menjadi “agen perubahan negeri” dan mendukung program pemerintah yang berpihak kepada rakyat, demi membangun Paniai yang damai.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Mimika Lantik Pengurus IK3M 2025–2030, Tekankan Pentingnya Merawat Nilai Ain Ni Ain

6 Desember 2025 - 14:21 WIB

Img 20251206 wa0014

Warga Paniai Minta Presiden Tarik Pasukan Non Organik, DPR Papua Tengah: Paniai Aman

6 Desember 2025 - 13:46 WIB

Img 20251206 wa0006

Meningkatnya Kriminalitas: Akar Masalah dan Solusi Holistik (Ditinjau dari Sosiologi Hukum)

6 Desember 2025 - 03:00 WIB

Whatsapp image 2025 12 06 at 11.54.25

Banjir Bandang Sumatera: Alarm Bencana Ekologis dan Slow Violence di Seluruh Indonesia

6 Desember 2025 - 01:52 WIB

Whatsapp image 2025 12 06 at 10.37.10

Efisiensi Anggaran 2026, YPMAK Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Stabil

5 Desember 2025 - 22:00 WIB

Img 20251206 wa0005
Trending di Headline