ENAROTALI,– Ketua Karateker Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kabupaten Paniai, Yunus Gobay, menyatakan keseriusan organisasinya dalam membenahi internal melalui kaderisasi sambil mendampingi masyarakat menghadapi isu keamanan dan penyakit sosial yang disampaikan melalui Tiiruu Podcast. Sabtu, (22/11/2025).
Gobay menyoroti tingginya kasus HIV/AIDS (mencapai 2.527 kasus per semester I 2025) dan maraknya Miras, Judi, dan Prostitusi yang merusak tatanan sosial. Menurutnya, Miras bukanlah budaya Paniai dan hanya membawa kemusnahan.
Kritik utama diarahkan pada lemahnya ketegasan pengawasan dan penegakan Perda yang sudah ada. “Perda tentang pemberantasan Miras sudah ditetapkan, namun kendalanya adalah pengawasan produk hukumnya,” tegas Gobay. Pemuda Katolik siap mendukung penuh upaya KPA dan penindakan tegas terhadap perjudian.
Isu paling krusial yang diangkat adalah penolakan keras masyarakat Paniai terhadap penambahan militer non-organik (TNI Mariner dan Rajawali). Penolakan ini didasari oleh trauma masa lalu dan kekhawatiran bahwa penempatan pasukan justru menambah konflik di wilayah yang diklaim relatif stabil.
Pemuda Katolik telah mendampingi aksi masyarakat dan mendukung langkah DPRD Paniai membentuk tim pansus untuk mengawal aspirasi penarikan pasukan tersebut hingga ke pemerintah pusat.
Sebagai penutup, Gobay menyerukan agar semua Organisasi Kepemudaan (OKP) di Paniai bersatu menjadi “agen perubahan negeri” dan mendukung program pemerintah yang berpihak kepada rakyat, demi membangun Paniai yang damai.






