Menu

Mode Gelap
Percepat Respons Negara, Anggota Dewan Papua Tengah Temui DPD RI Bawa Aspirasi Lintas Sektor Mendagri dan Komite I DPD RI Evaluasi Isu Strategis Daerah: Fokus pada Kesiapan Fiskal DOB dan Percepatan Pembangunan Papua Natalius Pigai Bertekad Jadikan Indonesia Presiden Dewan HAM PBB, Targetkan Perubahan Tatanan Dunia Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana

News

Operasi Zebra 2025 Resmi Digelar : Menyiapkan Ketertiban Jelang Nataru

adminbadge-check


					Operasi Zebra 2025 Resmi Digelar : Menyiapkan Ketertiban Jelang Nataru Perbesar

JAKARTA –  Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri secara resmi memulai Operasi Zebra 2025 pada hari ini, Senin, 17 November 2025. Operasi penertiban lalu lintas skala nasional ini dijadwalkan akan berlangsung selama dua pekan, hingga tanggal 30 November 2025.

 Detail Operasi

 Tujuan Utama

Operasi Zebra 2025 diselenggarakan dengan beberapa tujuan utama, yaitu:

  1. Menekan Angka Pelanggaran dan Kecelakaan: Meningkatkan disiplin berlalu lintas masyarakat.

  2. Meningkatkan Kesadaran: Menjelang periode libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

  3. Persiapan Awal: Menciptakan kondisi tertib di jalan raya sebagai tahapan awal untuk menghadapi kepadatan arus Nataru.

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyatakan bahwa penindakan di lapangan akan fokus pada aspek disiplin berkendara, termasuk:

  • Penggunaan helm

  • Penggunaan sabuk pengaman

  • Larangan melawan arus

Selain itu, Operasi Zebra 2025 juga akan memberikan perhatian khusus pada perlindungan keamanan pejalan kaki. Korlantas menekankan bahwa pejalan kaki adalah pengguna jalan yang paling rentan dan harus diberi prioritas perlindungan.

Pesan Kakorlantas: “Polisi bukan semata menilang, tetapi mengedukasi dan mengingatkan agar keselamatan menjadi prioritas,” dan “Pejalan kaki adalah simbol kemanusiaan di jalan raya. Mereka yang paling lemah harus dilindungi, bukan disingkirkan.”

Operasi ini diposisikan sebagai strategi pencegahan dini terhadap potensi pelanggaran yang dapat mengganggu kelancaran arus selama masa liburan akhir tahun.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Percepat Respons Negara, Anggota Dewan Papua Tengah Temui DPD RI Bawa Aspirasi Lintas Sektor

13 Desember 2025 - 01:23 WIB

Serakah aspirasi ke dpd

Workshop Penguatan Dekranasda dan Pelatihan Kerajinan Mimika Resmi Bergulir

12 Desember 2025 - 13:44 WIB

Img 20251212 wa0099

Akhir Tahun Penuh Kepedulian: TP-PKK Mimika Gelar Layanan Kesehatan dan Berbagi Kasih di Posyandu Kasana

12 Desember 2025 - 13:35 WIB

Img 20251212 wa0106

Kakanwil Kemenag Papua Audiensi dengan Gubernur, Bahas Dukungan Program Keagamaan hingga Rencana Embarkasi Haji

12 Desember 2025 - 13:29 WIB

Img 20251212 wa0058

Ditjen Bimas Kristen dan Katolik Gelar Festival Kasih Nusantara Bersama Kemenag di TMII 

12 Desember 2025 - 13:12 WIB

Img 20251212 wa0045
Trending di Headline