NABIRE – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah secara resmi meluncurkan program pelatihan Bahasa Inggris masif yang menargetkan 2.400 siswa di lima kabupaten. Inisiatif ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk menjawab tingginya minat dan kebutuhan generasi muda Papua Tengah terhadap penguasaan bahasa internasional.
Program pelatihan ini akan menjangkau siswa dari berbagai jenjang, mulai dari SD (kelas 4–6), SMP, hingga SMA dan SMK.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Pendidikan menggandeng dua lembaga kursus lokal yang dikelola oleh putra-putri Papua, yaitu SAPA dan Mutiara Hitam. Kerja sama ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberdayakan potensi sumber daya manusia lokal.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurhaidah, menekankan pentingnya program ini.
“Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa asing yang sangat dirindukan oleh semua anak, termasuk anak-anak Papua Tengah. Minimal, pemerintah harus bisa menjawab kerinduan itu,” ujar Nurhaidah usai penandatanganan MoU di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah. Sabtu, (15/11/2025).
Ia juga menyampaikan harapan besar agar pelatihan ini dapat menjadi kunci untuk membuka peluang yang lebih luas bagi para pelajar.
“Kami berharap melalui pelatihan ini, ke depan anak-anak Papua Tengah memiliki peluang karier, akses informasi dan teknologi, serta kemampuan komunikasi dengan dunia luar. Dengan bekal Bahasa Inggris, mereka dapat merebut berbagai peluang yang ada,” tutupnya.
Program ini diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia Papua Tengah yang kompetitif dan siap bersaing di kancah nasional maupun global.






