TIMIKA – Peternak Babi di Timika saat ini merasa dirugikan oleh kebijakan Pemerintah Daerah Mimika soal pengiriman atau larangan ternak babi ke luar daerah Timika. Hal ini tak sejalan dengan misi dari Bupati dan Wakil Bupati untuk meningkatkan perekonomian bagi para pemilik usaha kususnya peternak babi.
Steve Rantung salah satu peternak babi mengatakan, kebijakan pemerintah melarang pengiriman ternak babi keluar daerah Timika sangat merugikan para peternak. Hal ini karena kuota ternak babi di Timika belum mencapai target sesuai keinginan Dinas Peternakan Mimika dengan harapan harga daging babi dapat ditekan harganya.

“Kebijakan kebijakan seperti inilah yang bikin orang demo demo karena kebijakan yang merugikan peternak. Masa demi keinginan hasrat mereka (dinas) peternak tidak bisa menjual keluar daerah. Ini namanya bikin bangkrut atau mematikan para pengusaha ternak, ” ujarnya.
Kata Steve, seharusnya Pemerintah lewat dinas Peternakan memudahkan para peternak agar perekonomian terus berjalan ketika terjadi jual beli. Namun yang terjadi saat ini peternak harus menahan dalam kandang meski sudah waktunya panen.
“Yang terjadi saat ini para pemilik ternak dengan terpaksa memotong sendiri dan di jual sendiri karena enggan menjual ke para pemotong daging babi karena penwaran yang terlalu murah yang tak seimbang dengan harga pakan yang terus meningkat,” tambahnya.
“Dan jika babi ditahan dalam kandang maka akan berdampak kepada makanan karena ternak butuh makanan dan pastinya kos berjalan terus, ” Tuturnya
Ditambahkannya, jika Pemerintah kususnya dinas Peternakan memperhatikan para peternak seharusnya memberikan bantuan secara berkelanjutan jangan hanya melihat orang dekat saja baru diberikan bantuan.
“Seperti yang terjadi saat ini , ada rumor yang beredar bahwa pemerintah memberikan bantuan pakan kepada para peternak kususnya di jalan mahkota namun yang menerima tidak secara keseluruhan peternak tapi hanya melihat orang orang dekat dan tetangga saja dari pihak yang menyalurkan. Inikan tidak adil, ” Cetusnya.
Memang diakuinya , beberapa waktu lalu ada temannya melakukan pengiriman anak babi ke Kabupaten Puncak namun prosesnya sangat panjang karena Dinas Peternakan Mimika meminta surat permohonan dari Bupati Puncak yang ditujukan kepada Bupati Mimika yang selanjutnya merekomendasikan ke dinas untuk dapat mengisinkan pengiriman babi ke Puncak.
“Nah ketika sudah sampai di dinas maka dari dinas akan meminta pihak karantina kembali untuk melakukan pemeriksaan hewan padahal saat ini ditimika sehat semua. Dan ketika dilakukan pemeriksaan itu semua uang. Bukannya jadi murah malahan jadi mahal karena prosesnya terlslu panjang dan dibutuhkan kesabaran dan uang,” katanya.
Ia berharap agar pemerintah dapat memudahkan peternak agar perekonomian akan berjalan seperti sediakala pada saat sebelum merebaknya wabah penyakit karena peternak ingin mengembalikannkembali kerugian saat wabah saat itu. (ET)






