Lombok Tengah, NTB – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI melalui Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) mendesak peningkatan sinergi antara pemerintah daerah dengan mitra internasional guna memperkuat sektor pariwisata berkelanjutan dan energi baru terbarukan (EBT), dengan menempatkan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai daerah percontohan.
Dorongan ini disampaikan dalam Forum Sinergi yang digelar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, pada Rabu (13/11). Forum tersebut bertujuan untuk memperluas jejaring global dan menarik investasi strategis ke daerah.
Ketua BKSP DPD RI, Gusti Farid Hasan, menyatakan bahwa NTB memiliki modal kuat untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi hijau di kawasan timur Indonesia. Menurutnya, kolaborasi internasional sangat krusial dalam memperluas pasar dan memperkuat daya saing daerah.
“Kemitraan dengan negara sahabat dan pelaku usaha global akan memberikan ruang inovasi yang lebih besar bagi NTB sekaligus membuka peluang investasi baru,” tegas Gusti Farid.
Beliau juga menyoroti perkembangan Mandalika sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan yang semakin diperhitungkan di tingkat internasional, menekankan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk mengakselerasi pertumbuhan sektor pariwisata dan energi bersih.
Sementara itu, Kepala Bappeda NTB, Iswandi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif BKSP DPD RI. Ia menyebut bahwa forum semacam ini sangat strategis, terutama mengingat kondisi fiskal daerah yang terbatas akibat pemotongan dana transfer. “Dengan fiskal yang terbatas, forum seperti ini membuka peluang baru yang sangat berarti bagi kami,” tutupnya.
Forum Sinergi ini turut dihadiri oleh puluhan anggota DPD RI, perwakilan duta besar negara sahabat, sejumlah kepala daerah, serta organisasi pengusaha di NTB, menunjukkan komitmen untuk mewujudkan konektivitas global yang tidak hanya tersentralisasi di wilayah-wilayah besar.






