Menu

Mode Gelap
Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana Meningkatnya Kriminalitas: Akar Masalah dan Solusi Holistik (Ditinjau dari Sosiologi Hukum) Banjir Bandang Sumatera: Alarm Bencana Ekologis dan Slow Violence di Seluruh Indonesia Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah

Headline

Festival Kopi ke-2 Papua Tengah Ditunda Akibat Cuaca Ekstrem

Etty Welerbadge-check


					Festival Kopi ke-2 Papua Tengah Ditunda Akibat Cuaca Ekstrem Perbesar

NABIRE – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Provinsi Papua Tengah, Eliezer Yogi, S.STP, M.Si, menjelaskan alasan di balik penundaan pelaksanaan Festival Kopi ke-2 Papua Tengah, yang semula dijadwalkan berlangsung pada 10–11 November 2025 di kompleks Kantor Gubernur, Bandara Lama, Kabupaten Nabire.

Eliezer menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan dibatalkan, melainkan ditunda sementara waktu akibat cuaca ekstrem yang tidak terduga.

“Kami dari Bapperida selaku penyelenggara sebenarnya sudah menyiapkan semuanya secara maksimal. Seluruh kabupaten sudah konfirmasi hadir, bahkan para bupati pun siap datang. Namun pada hari pelaksanaan, sekitar pukul 11 siang, terjadi hujan deras disertai angin kencang dari berbagai arah,” jelas Eliezer di Mimika, Selasa (11/11/2025).

Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan kerusakan pada tenda, panggung, dan perlengkapan acara, termasuk videotron yang sudah terpasang di lokasi. Setelah melakukan koordinasi dengan panitia dan pihak event organizer (EO), diputuskan bahwa kegiatan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.

“Angin kencang membuat beberapa tenda terbang dan peralatan roboh. Setelah dicek di lapangan, kondisi tidak aman untuk kegiatan. Kami pun melapor kepada pimpinan dan mendapat arahan untuk menunda kegiatan karena ini termasuk force majeure atau faktor alam yang tidak bisa diprediksi,” ujarnya.

Eliezer menambahkan, apabila kondisi memungkinkan, Festival Kopi ke-2 Papua Tengah akan dijadwalkan ulang pada akhir tahun ini, namun bila tidak memungkinkan, akan dilaksanakan pada tahun 2026.

Festival ini merupakan bagian dari program prioritas Gubernur Papua Tengah untuk menjadikan kopi sebagai komoditas unggulan daerah dalam lima tahun ke depan. Dalam kegiatan tersebut, rencananya juga akan dilakukan deklarasi wajib tanam kopi bagi enam kabupaten di wilayah pegunungan untuk kopi Arabika, serta Nabire dan Mimika untuk kopi Robusta.

Selain pameran dan promosi kopi daerah, festival ini juga dirancang menghadirkan hiburan dari artis nasional asal Papua, seperti Mike dan Blessing, serta grup band lokal Nabire seperti ABB Band dan Pace Black.

“Kami sangat menyesal kegiatan ini tertunda, karena ini bukan hanya festival hiburan, tetapi juga momentum penting untuk mendorong perekonomian masyarakat petani kopi di Papua Tengah,” tutup Eliezer Yogi. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dilantik Jadi Ketua IK3M, Anton Welerubun Bersama Dua Raja Mengajak Warga Kei di Mimika Jaga Persatuan dan Nama Baik Leluhur 

8 Desember 2025 - 15:36 WIB

20251206 135728

Pemkab Mimika Kebut Penyusunan APBD 2026, OPD Diminta Percepat Rampungkan RKA

8 Desember 2025 - 14:20 WIB

20250923 103622

LBH Papua Tengah Desak Aparat Gelar Razia Senjata Tajam di Mimika Jelang Natal dan Tahun Baru

8 Desember 2025 - 14:04 WIB

Img 20251208 wa0126

Garda Terdepan Distribusi Energi, Awak Mobil Tanki Pertamina Patra Niaga Papua dan Maluku Tingkatkan Kehandalan dan Kewaspadaan

8 Desember 2025 - 13:51 WIB

Img 20251208 wa0102

Ketua BMA Papua Tengah Ajak Warga Jaga Kamtibmas Jelang Hari HAM Sedunia

8 Desember 2025 - 13:43 WIB

Img 20251208 wa0118
Trending di Headline