Menu

Mode Gelap
Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas

Headline

Festival Kopi ke-2 Papua Tengah Ditunda Akibat Cuaca Ekstrem

Etty Welerbadge-check


					Festival Kopi ke-2 Papua Tengah Ditunda Akibat Cuaca Ekstrem Perbesar

NABIRE – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Provinsi Papua Tengah, Eliezer Yogi, S.STP, M.Si, menjelaskan alasan di balik penundaan pelaksanaan Festival Kopi ke-2 Papua Tengah, yang semula dijadwalkan berlangsung pada 10–11 November 2025 di kompleks Kantor Gubernur, Bandara Lama, Kabupaten Nabire.

Eliezer menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan dibatalkan, melainkan ditunda sementara waktu akibat cuaca ekstrem yang tidak terduga.

“Kami dari Bapperida selaku penyelenggara sebenarnya sudah menyiapkan semuanya secara maksimal. Seluruh kabupaten sudah konfirmasi hadir, bahkan para bupati pun siap datang. Namun pada hari pelaksanaan, sekitar pukul 11 siang, terjadi hujan deras disertai angin kencang dari berbagai arah,” jelas Eliezer di Mimika, Selasa (11/11/2025).

Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan kerusakan pada tenda, panggung, dan perlengkapan acara, termasuk videotron yang sudah terpasang di lokasi. Setelah melakukan koordinasi dengan panitia dan pihak event organizer (EO), diputuskan bahwa kegiatan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.

“Angin kencang membuat beberapa tenda terbang dan peralatan roboh. Setelah dicek di lapangan, kondisi tidak aman untuk kegiatan. Kami pun melapor kepada pimpinan dan mendapat arahan untuk menunda kegiatan karena ini termasuk force majeure atau faktor alam yang tidak bisa diprediksi,” ujarnya.

Eliezer menambahkan, apabila kondisi memungkinkan, Festival Kopi ke-2 Papua Tengah akan dijadwalkan ulang pada akhir tahun ini, namun bila tidak memungkinkan, akan dilaksanakan pada tahun 2026.

Festival ini merupakan bagian dari program prioritas Gubernur Papua Tengah untuk menjadikan kopi sebagai komoditas unggulan daerah dalam lima tahun ke depan. Dalam kegiatan tersebut, rencananya juga akan dilakukan deklarasi wajib tanam kopi bagi enam kabupaten di wilayah pegunungan untuk kopi Arabika, serta Nabire dan Mimika untuk kopi Robusta.

Selain pameran dan promosi kopi daerah, festival ini juga dirancang menghadirkan hiburan dari artis nasional asal Papua, seperti Mike dan Blessing, serta grup band lokal Nabire seperti ABB Band dan Pace Black.

“Kami sangat menyesal kegiatan ini tertunda, karena ini bukan hanya festival hiburan, tetapi juga momentum penting untuk mendorong perekonomian masyarakat petani kopi di Papua Tengah,” tutup Eliezer Yogi. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Dogiyai Pastikan Gaji Honorer Tetap Dibayar Hingga Akhir 2026, Siapkan Solusi Jelang Penghapusan Status Non-ASN

14 Juli 2026 - 11:55 WIB

IMG 20260714 WA0162

MPLS SMK Negeri 2 Nabire, Dinas Pendidikan Ingatkan Bahaya Bullying dan Penyalahgunaan Media Sosial

14 Juli 2026 - 11:51 WIB

IMG 20260714 WA0156

MPLS SMK Negeri 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire Resmi Dibuka, 480 Siswa Baru Siap Tempuh Pendidikan Vokasi

14 Juli 2026 - 11:47 WIB

IMG 20260714 WA0155

SMKS Kesehatan Anigou Nabire Gelar MPLS 2026, Tanamkan Kemandirian dan Semangat Berprestasi bagi Peserta Didik Baru

14 Juli 2026 - 07:06 WIB

IMG 20260714 WA0141

Resmi Jabat Kapolres Mimika, AKBP Alredo Prioritaskan Keberlanjutan Program dan Peningkatan Pelayanan Kepada Masyarakat

14 Juli 2026 - 07:01 WIB

IMG 20260714 WA0136
Trending di Headline