Menu

Mode Gelap
Percepat Respons Negara, Anggota Dewan Papua Tengah Temui DPD RI Bawa Aspirasi Lintas Sektor Mendagri dan Komite I DPD RI Evaluasi Isu Strategis Daerah: Fokus pada Kesiapan Fiskal DOB dan Percepatan Pembangunan Papua Natalius Pigai Bertekad Jadikan Indonesia Presiden Dewan HAM PBB, Targetkan Perubahan Tatanan Dunia Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana

Headline

DPD RI Mendesak KemenPAN-RB: Jamin Kuota OAP di Hasil CPNS Tertunda dan Buka Rekrutmen 2026!

adminbadge-check


					Anggota Komite I DPD RI dari Provinsi Papua Pegunungan, Sopater Sam bersama  kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini Perbesar

Anggota Komite I DPD RI dari Provinsi Papua Pegunungan, Sopater Sam bersama kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini

Sam Minta Menteri Rini Widyantini Buka Jalur Khusus Otsus, Prioritas Harga Mati!

JAKARTA ,– Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Provinsi Papua Pegunungan, Sopater Sam, melayangkan ultimatum tegas kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini. Tuntutan ini berkaitan dengan dua isu krusial: nasib hasil CPNS yang menggantung dan rencana rekrutmen di masa depan.

Dalam pertemuan strategis di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (10/11/2025), Sam menegaskan bahwa pemerintah pusat harus segera bertindak untuk memastikan hak Otonomi Khusus (Otsus) benar-benar terimplementasi di Papua.

Sam menyoroti nasib ribuan peserta CPNS di Papua yang hasilnya hingga kini belum diumumkan, menciptakan ketidakpastian dan kekecewaan. Ia menekankan bahwa status Papua sebagai daerah otonomi khusus harus menjadi dasar akomodasi.

“Kan sudah tes, tapi kan Papua belum keluar kan hasilnya? Kami minta Menteri Rini Widyantini agar hasil yang belum keluar itu diakomodir semaksimal mungkin, khusus Orang Asli Papua,” tegas Sam.

Untuk keberlanjutan pembangunan SDM di enam provinsi baru di Papua, DPD RI mendesak Menteri Rini Widyantini untuk membuka kembali rekrutmen CPNS secara keseluruhan di Papua pada tahun 2026.

Sam meminta formula 80:20 dijadikan patokan minimum, di mana 80% kuota wajib dialokasikan bagi OAP, sementara sisanya dapat diisi untuk keahlian non-OAP.

“Bila perlu, dibuka lagi pada tahun 2026 karena banyak yang tidak terakomodir. Prioritasnya adalah kekhususan daerah Otonomi Khusus,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Percepat Respons Negara, Anggota Dewan Papua Tengah Temui DPD RI Bawa Aspirasi Lintas Sektor

13 Desember 2025 - 01:23 WIB

Serakah aspirasi ke dpd

Workshop Penguatan Dekranasda dan Pelatihan Kerajinan Mimika Resmi Bergulir

12 Desember 2025 - 13:44 WIB

Img 20251212 wa0099

Akhir Tahun Penuh Kepedulian: TP-PKK Mimika Gelar Layanan Kesehatan dan Berbagi Kasih di Posyandu Kasana

12 Desember 2025 - 13:35 WIB

Img 20251212 wa0106

Kakanwil Kemenag Papua Audiensi dengan Gubernur, Bahas Dukungan Program Keagamaan hingga Rencana Embarkasi Haji

12 Desember 2025 - 13:29 WIB

Img 20251212 wa0058

Ditjen Bimas Kristen dan Katolik Gelar Festival Kasih Nusantara Bersama Kemenag di TMII 

12 Desember 2025 - 13:12 WIB

Img 20251212 wa0045
Trending di Headline