TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, melalui Dinas Perumahan dan Permukiman bekerja sama dengan Pemerintah Distrik Mimika Barat Tengah dan Pemerintah Kampung Wakia, mulai melakukan pembangunan kembali Kampung Wakia yang sempat dibakar oleh orang tak dikenal (OTK) pada Agustus 2024 lalu.
Pembangunan tahap awal difokuskan pada pembangunan 15 unit rumah layak huni bagi warga terdampak. Program ini ditargetkan rampung pada Desember 2025.
Kepala Kampung Wakia, Frederikus Warawarin, menjelaskan bahwa sejak insiden pembakaran tahun lalu, sebagian besar warga terpaksa mengungsi ke kampung tetangga. Namun kini, perlahan-lahan masyarakat mulai kembali ke kampung untuk beraktivitas seperti biasa.
“Sejak kejadian pembakaran tahun lalu, masyarakat memang mengungsi ke kampung sekitar. Sekarang sebagian sudah kembali dan mulai beraktivitas, tapi masih ada juga yang tinggal di luar kampung,” ujar Frederikus, belum lama ini di Timika.
Menurutnya, aktivitas pembangunan di kampung saat ini sudah berjalan normal. Pembangunan 15 unit rumah menjadi langkah awal untuk memulihkan kembali kehidupan warga pascakejadian.
“Tahun 2025 ini kami bangun 15 unit rumah, dan ditargetkan selesai pada Desember 2025. Jumlah ini memang masih sangat kurang dibandingkan jumlah kepala keluarga yang ada, tapi untuk tahap pertama baru diberikan 15 unit,” jelasnya.
Pemerintah kampung berharap, pada tahap berikutnya jumlah bantuan rumah bisa ditambah agar seluruh keluarga terdampak dapat kembali tinggal di Kampung Wakia dengan layak dan aman.
Kampung Wakia adalah salah satu kampung diwilayah kerja Distrik Mimika Barat Tengah yang mayoritas warganya adalah masyarakat asli suku Kamoro. Sehingga sangat diharapkan dengan adanya pembukaan kembali kampung wakia, Pemerintah bisa membantu perumahan bagi warga agar pembangunan di kampung terus di benahi dan masyarakat tidak tinggal diluar kampung. (Etty)






