JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menggelar rapat koordinasi dengan anggota DPD RI untuk memaparkan capaian kinerja kementerian, potensi sumber energi dan mineral, serta tantangan investasi khususnya di wilayah Indonesia Timur. Kamis, (30/10/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Bahlil menegaskan potensi besar energi terbarukan di provinsi-provinsi seperti Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua, dan Papua Barat. Sumber energi yang melimpah meliputi tenaga udara, panas bumi, surya, bioenergi, angin, serta energi arus laut. Selain itu, wilayah ini kaya dengan sumber migas dan mineral strategis, dengan perkiraan cadangan gas bumi di Papua mencapai 12.060 BSCF dan minyak bumi 118 MMSTB.
Untuk mendukung pemerataan listrik, Kementerian ESDM menargetkan pemasangan listrik bagi sekitar 377.700 rumah tangga di daerah perdesaan, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), pemerintah berupaya memberikan akses listrik bagi rumah tangga miskin yang sudah berada dekat jaringan kelistrikan PLN.
Pengembangan energi terbaru juga difokuskan pada pembangunan PLTS terpadu, PLTS di sekolah-sekolah, serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di wilayah 3T sebagai bagian dari program transisi energi.
Menteri Bahlil juga menyoroti upaya peningkatan produksi minyak dengan penerapan teknologi berkelanjutan, reaktivasi sumur-sumur idle, dan eksplorasi potensi migas baru untuk menopang ketahanan energi nasional. Selain itu, kebijakan hilirisasi sektor mineral seperti nikel, batubara, tembaga, dan emas terus didorong untuk mendorong nilai tambah dan penciptaan lapangan kerja di daerah.
Dalam pembahasan, juga disinggung penanganan tuntutan masyarakat adat Sebyar di Teluk Bintuni terkait pengadaan sumur minyak. Pemerintah berkomitmen menyelesaikan permasalahan ini secara inklusif dengan melibatkan lembaga terkait dan masyarakat setempat.
Rapat ini sekaligus mengukuhkan dukungan pemerintah terhadap kawasan SPEAN (Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional) dengan target pencapaian bauran energi terbarukan mencapai 50% dalam waktu dekat.
Menteri ESDM optimisme bahwa sinergi antara kementerian dan DPD RI akan memperkuat pembangunan energi berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, terutama di kawasan Indonesia Timur.






