Menu

Mode Gelap
Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana Meningkatnya Kriminalitas: Akar Masalah dan Solusi Holistik (Ditinjau dari Sosiologi Hukum) Banjir Bandang Sumatera: Alarm Bencana Ekologis dan Slow Violence di Seluruh Indonesia Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah

Headline

Komite Eksekutif Otsus Papua Menuai Polemik, Senator Sopater Sam Pertanyakan Urgensi Komite Eksekutif Otsus Papua

adminbadge-check


					Senator asal Papua Pegunungan, Sopater Sam, ST Perbesar

Senator asal Papua Pegunungan, Sopater Sam, ST

JAKARTA – Senator Papua Pegunungan, Sopater Sam, ST, menyampaikan pandangan kritis terkait pembentukan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang dilantik pada 8 Oktober lalu.

Dalam rapat bersama pimpinan DPD RI, Sopater Sam menegaskan bahwa kehadiran komite tersebut menimbulkan polemik di kalangan aktivis, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat Papua. Kritik itu ramai disuarakan melalui media sosial, grup diskusi, hingga forum-forum organisasi.

“Banyak pihak menilai pembentukan Komite Eksekutif ini hanya mengulang cerita lama, membentuk lembaga yang tumpang tindih dengan tupoksi yang tidak jelas,” ujar Sopater Sam. Kamis, (30/10/2025).

Menurutnya, lembaga serupa telah dibentuk sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga Presiden Joko Widodo, dan terakhir dipimpin oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Karena itu, muncul pertanyaan mengenai urgensi pembentukan komite baru oleh pemerintah pusat.

Senator Sopater Sam menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat Papua untuk diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto, antara lain:

  1. Menanyakan urgensi pembentukan Komite Eksekutif mengingat sudah ada lembaga-lembaga sebelumnya dengan fungsi serupa.
  2. Mengusulkan pertemuan khusus Presiden dengan seluruh Senator dari enam provinsi di Tanah Papua, guna meminta penjelasan langsung terkait maksud dan tujuan pembentukan komite tersebut.
  3. Mendorong DPD RI mengundang Komite Eksekutif agar menjelaskan langkah konkret dalam mengurai konflik berkepanjangan di Papua, termasuk situasi kontak senjata yang masih berlangsung.
  4. Mempertanyakan struktur kepemimpinan komite, yang diisi tokoh-tokoh besar dari birokrasi, militer, hingga politisi. “Pertanyaannya, siapa yang akan memerintah siapa dalam organisasi tersebut?” tegasnya.

Sopater Sam menekankan bahwa aspirasi ini lahir dari keresahan masyarakat Papua yang menginginkan pembangunan berjalan efektif, transparan, dan tidak menambah kerumitan birokrasi.

“Melalui lembaga terhormat ini, kami berharap suara rakyat Papua dapat tersampaikan dengan jelas, agar kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh akar persoalan di Tanah Papua,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban

8 Desember 2025 - 05:17 WIB

Apel gabungan di monas 1765161864707 169

DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta

7 Desember 2025 - 22:46 WIB

1001433151 2759921897

Momen Natal, OPM Dilarang Masuki Puncak Papua Tengah

7 Desember 2025 - 20:37 WIB

Img 20251207 wa0073

Lilin, Doa, dan Tarian Lapago: Identitas Budaya Menyatu dalam Peringatan HUT Ke-11 ULMWP di Jayapura

7 Desember 2025 - 20:33 WIB

Img 20251207 wa0065

Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana

7 Desember 2025 - 03:45 WIB

Whatsapp image 2025 12 07 at 12.44.46
Trending di News