Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Tolak Kehadiran Marinir: Anggota DPRK Minta Evaluasi Penempatan Pasukan

Etty Welerbadge-check


					Tolak Kehadiran Marinir: Anggota DPRK Minta Evaluasi Penempatan Pasukan Perbesar

PANIAI – Sejumlah tokoh masyarakat di Distrik Ekadidee, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, menyampaikan penolakan terhadap kehadiran personel TNI/Polri non-organik, khususnya pasukan Marinir, yang mulai beroperasi di wilayah tersebut pada Selasa (28/10/2025) kemarin.

Penolakan itu disampaikan dalam pertemuan bersama tokoh pemuda, tokoh agama, kepala suku, kepala distrik, serta anggota DPRK Kabupaten Paniai, Yudas Nawipa. Mereka menegaskan bahwa tidak memberikan izin bagi pasukan Marinir untuk bermalam atau menempati fasilitas umum seperti rumah warga, puskesmas, sekolah, kantor distrik, maupun gereja di wilayah Ekadidee, Pasir Putih.

“Saya sebagai anggota DPRK Kabupaten Paniai tidak mengetahui adanya surat izin dari atasan, baik Panglima TNI maupun Presiden Prabowo Subianto,” tegas Yudas Nawipa di Paniai, Selasa (28/10).

Menurut Yudas Nawipa, penempatan pasukan Marinir di Paniai dianggap tidak relevan dengan kondisi geografis daerah tersebut yang merupakan wilayah pegunungan, bukan pesisir atau kepulauan.

“Pertanyaan saya, apakah di Kabupaten Paniai ada laut atau kepulauan sehingga Marinir harus bertugas di sini? Marinir memiliki tugas pokok di laut dan kepulauan, sehingga penugasan mereka di wilayah daratan pegunungan perlu dievaluasi,” ujar Yudas.

Ia juga meminta kepada Panglima TNI agar segera meninjau ulang penempatan pasukan Marinir di Paniai. Menurutnya, situasi keamanan di wilayah tersebut membutuhkan pendekatan yang lebih tepat agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Saya minta Panglima TNI mengevaluasi penempatan Marinir di Paniai. Presiden Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, juga diharapkan segera menarik kembali pasukan non-organik TNI/Polri yang bertugas di Distrik Ekadidee,” tambahnya.

Kesepakatan bersama antara masyarakat dan tokoh-tokoh setempat menegaskan bahwa personel Marinir harus ditarik kembali ke wilayah kota Enarotali atau ke Distrik Aradidee, tempat di mana terdapat markas Danramil dan Polsek setempat. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KNPI Mimika: KONI Distrik Harus Jadi ‘Mata dan Telinga’ untuk Temukan Talenta Atlet dari Kampung

5 September 2026 - 13:54 WIB

20260905

Dari Kampung Untuk Mimika, KONI Distrik Mimika Barat Tengah Siap Cetak Atlet Berprestasi

5 September 2026 - 13:33 WIB

IMG 20260905 223248

Bupati Lantik 18 Kordinator KONI Distrik Kabupaten Mimika Masa Bakti 2026 – 2030, Olahraga Dimulai dari Kampung ke Kota 

5 September 2026 - 13:09 WIB

IMG 20260905 220842

Lebih Dekat di Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Patra Niaga Bagikan Semangat Senyum Pelanggan, Senyumku Juga di Timur Indonesia

4 September 2026 - 21:47 WIB

IMG 20260904 WA0146

Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031

4 September 2026 - 21:05 WIB

WhatsApp Image 2026 09 03 at 4.04.06 PM 1536x1023
Trending di Headline