NABIRE — Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa, melalui Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Perindagkop UMKM), Norbertus Mote, menegaskan pentingnya penguatan ekonomi rakyat melalui kolaborasi antar pelaku usaha dan asosiasi petani serta pedagang di Papua Tengah.
Pernyataan itu disampaikan saat mewakili Gubernur dalam acara pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia, Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APSI), dan Pedagang Pejuang Indonesia Raya (PAPERA) Provinsi Papua Tengah, yang berlangsung di aula guest house Nabire, Selasa (28/10/2025).
Dalam sambutannya, Norbertus Mote menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur Meki Nawipa yang berhalangan hadir karena sejumlah agenda penting bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. “Beliau sangat ingin hadir bersama kita, namun karena padatnya kegiatan dan rapat bersama pimpinan OPD, maka saya diminta mewakili beliau untuk menyampaikan sambutan,” ujar Mote.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum DPP PAPERA Don Musaki, perwakilan Forkopimda, pimpinan OPD, serta pengurus asosiasi dari delapan kabupaten se-Papua Tengah.

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Norbertus Mote, ditegaskan bahwa pelantikan tiga organisasi tersebut menjadi momentum lahirnya semangat baru kebangkitan ekonomi rakyat Papua Tengah.
“Organisasi Tani Merdeka, APSI, dan PAPERA memiliki makna strategis. Ketiganya adalah wadah perjuangan bagi mereka yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah, menjaga perputaran ekonomi, serta menggerakkan roda kehidupan masyarakat,” ucap Mote membacakan pesan Gubernur.
Gubernur Meki Nawipa juga menekankan bahwa pembangunan di Papua Tengah bukan hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga penguatan sumber daya manusia dan ekonomi rakyat.
“Kemajuan sebuah daerah bukan hanya diukur dari banyaknya gedung yang berdiri, tetapi dari seberapa kuat masyarakatnya berdiri di atas kakinya sendiri,” lanjutnya.
Pemerintah, menurut Nawipa, hadir bukan sebagai pengatur, melainkan sebagai mitra kerja bagi seluruh pelaku ekonomi rakyat.
“Kita adalah mitra. Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar produk-produk lokal dapat bersaing dan dikenal luas. Kita tidak ingin masyarakat hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain utama dalam perekonomian daerah,” tegasnya.
Kepada pengurus DPW yang baru dilantik, Gubernur berpesan agar pelantikan tidak dianggap sebagai akhir perjuangan, tetapi awal tanggung jawab baru dalam memperjuangkan kesejahteraan ekonomi rakyat.

“Tugas saudara-saudara adalah membawa semangat perubahan, menjaga solidaritas, dan menanamkan nilai kejujuran. Tunjukkan bahwa organisasi rakyat bisa menjadi contoh bagaimana bekerja dengan hati untuk masyarakat,” pesan Gubernur dalam sambutannya.
Ia juga mengingatkan bahwa asosiasi harus menjadi wadah nyata bagi para pelaku usaha yang aktif berkarya dan berkontribusi dalam ekonomi daerah, bukan sekadar organisasi formalitas.
Mengakhiri sambutan, Gubernur melalui Norbertus Mote mengajak seluruh pihak memperkuat kerja sama untuk membangun Papua Tengah yang mandiri dan sejahtera.

“Mari kita bangun Papua Tengah Emas — adil, berdaya saing, bermartabat, harmonis, maju, dan berkelanjutan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menyertai setiap langkah kita,” tutupnya.
Acara pelantikan DPW Tani Merdeka Indonesia, APSI, dan PAPERA Papua Tengah ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat peran ekonomi rakyat dan memperluas akses usaha bagi petani serta pedagang kecil di seluruh wilayah Papua Tengah.(MB)






