Menu

Mode Gelap
Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas

Headline

Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Komoditas Lokal, Marsela Tomatipi Harap Dinas Pengelola Dana OTSUS Lebih Memperhatikan Perajin AMOR

Etty Welerbadge-check


					Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Komoditas Lokal, Marsela Tomatipi Harap Dinas Pengelola Dana OTSUS Lebih Memperhatikan Perajin AMOR Perbesar

TIMIKA — Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah melalui Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan menggelar pelatihan kewirausahaan berbasis komoditas lokal perempuan Papua di Kabupaten Mimika. Kegiatan ini diikuti Lima sanggar mama-mama asli suku Kamoro yaitu dari Sanggar Mbitoro, Sanggar Namo Anamo, Sanggar Imatea, Sanggar Watia dan Sanggar Bopoka.

Pelatihan sehari berlangsung di Timika, Sabtu (25/10/2025) yang menghadirkan pemateri dari Sekretaris Eksekutif Kadin Mimika, Viktor Fonataba. Pelatihan ini juga dihadiri perwakilan TP-PKK Mimika, Dekranasda, Ketua OKIA Reymond Kalanangame, generasi muda perempuan dari Aliansi Pemuda Kamoro (APK), serta mama-mama anggota sanggar suku Kamoro.

Img 20251026 wa0074

Anggota MRP-PPT Pokja Perempuan, Marsela Tomatipi dalam sambutannya mengatakan dari Kelompok Kerja (POKJA) Perempuan Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah melakukan beberapa kegiatan, sasaran nya adalah perempuan Papua di 8 Kabupaten di seluruh Provinsi Papua Tengah. Dimana MRP Provinsi Papua Tengah sesuai dengan amanah UU adalah representasi kultural Orang Asli Papua yang memiliki wewenang, dalam rangka perlindungan hak-hak Orang Asli Papua dengan berlandaskan pada penghormatan terhadap adat dan budaya, pemberdayaan perempuan dan pemantapan kerukunan hidup beragama.

Img 20251026 wa0075

“Beberapa kegiatan atau program sudah kami laksanakan secara serentak di 8 kabupaten termasuk di Timika ini,” kata Marsela.

Pelatihan kewirausahaan berbasis komoditas lokal ini adalah pelatihan dalam bentuk pameran hasil kerajinan sanggar-sanggar lokal di Provinsi Papua Tengah, dalam hal ini untuk di Kabupaten Mimika melibatkan beberapa sanggar-sanggar perajin suku Kamoro-Amungme.

Pelatihan dalam bentuk pameran hasil kerajinan sanggar-sanggar Kamoro-Amungme kali ini bertujuan, semoga bisa lebih efektif untuk meningkatkan kemajuan para perajin agar terus berkarya.

Pelatihan kali ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga memberi kesempatan para perajin untuk memamerkan dan menjual produk mereka, mendapatkan umpan balik langsung, dan memperluas jaringan dan para perajin sanggar.

Marsela menegaskan, ini bukan hanya sekedar pelatihan, tetapi sebuah investasi untuk menciptakan wirausaha- wirausaha baru yang kuat dan inovatif, melalui pendampingan secara kontinyu dari Dinas-Dinas terkait, lebih diwajibkan bagi dinas-dinas yang mengelola dana OTSUS, untuk lebih memperhatikan para perajin lokal ini. Sehingga para perajin lokal pemilik sanggar-sanggar Kamoro-Amungme mampu bersaing di pasar lokal, akan sampai ke tingkat nasional.

Melalui pelatihan ini, semua akan belajar bersama, tidak hanya tentang teori, tetapi juga tentang praktiknya dalam mengelola usaha, mulai dari pekerjaan produk, manajemen keuangan hingga pemasaran hasil karya mereka.

Img 20251026 wa0073

“Saya berharap pelatihan ini bisa menjadi awal yang baik bagi kita semua, terutama bagi mama-mama sanggar dan para perempuan-perempuan hebat di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah untuk menjadi lebih Mandiri dan tangguh dalam berwirausaha. Mari kita manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, saling berbagi ilmu dan pengalaman, serta membangun jaringan yang kuat,” tutup Marsela.

Sekretaris Eksekutif Kadin Mimika, Viktor Fonataba mengatakan p<span;>elatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan Papua dengan memanfaatkan potensi komoditas lokal yang ada di daerah. Peserta dibekali berbagai pengetahuan mengenai pengolahan hasil bumi, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

Sebagai pemateri, Kadin akan memberikan inovasi supaya merubah mindset dari teman-teman untuk masyarakat, agar memahami terutama dalam proses pengolahan. Artinya ketika dipercayakan, bagaimana manajemennya sampai ke tingkat marketingnya. Karena selama ini yang terjadi masyarakat sudah membuat hasil kerajinan, tetapi terkendala di marketing. Sehingga dalam pelatihan ini bisa disampaikan juga termasuk perlu keterlibatan generasi muda.

“Generasi muda harus dilibatkan, karena mereka yang paham tentang program digitalisasi. Kita sudah ada di era yang lebih maju, maka Mama-mama ini tidak semua mengerti. Ketika mereka tidak mengerti, generasi muda inilah yang mempersiapkan itu. Kita berharap bahwa anak muda juga ikut terlibat, sehingga mereka pahami kesulitan mama-mama itu dimana. Ketika kesulitan di dalam tingkat marketing, maka sudah tau apa yang harus dilakukan,” kata Viktor.

Victor menegaskan, Kadin sebagai mitra strategis pemerintah siap mendorong dan mengangkat nilai-nilai budaya masyarakat agar produk lokal Mimika memiliki daya saing di tingkat nasional bahkan internasional.

Viktor juga menyoroti masih rendahnya pemanfaatan e-Katalog Pemerintah Daerah Mimika oleh para pelaku UMKM.

“Sampai saat ini belum banyak masyarakat yang tahu tentang e-Katalog Pemda Mimika. Untuk itu, pemerintah mendorong pelaku UMKM agar memanfaatkan e-katalog sebagai sarana untuk menjadi bagian dari ekosistem pengadaan nasional,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, MRP Papua Tengah dan Kadin Mimika berharap perempuan Papua dapat semakin berdaya, berinovasi, serta menjadi motor penggerak ekonomi berbasis potensi lokal di wilayah Papua Tengah.

Kegiatan ini juga diisi pemutaran video dokumenter sanggar-sanggar juga demo cara membuat hiasan kepala juga anyaman noken oleh mama-mama asli Kamoro. Selain itu juga masing-masing sanggar membuka stand penjualan kerajinan mereka. (Etty)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Dogiyai Pastikan Gaji Honorer Tetap Dibayar Hingga Akhir 2026, Siapkan Solusi Jelang Penghapusan Status Non-ASN

14 Juli 2026 - 11:55 WIB

IMG 20260714 WA0162

MPLS SMK Negeri 2 Nabire, Dinas Pendidikan Ingatkan Bahaya Bullying dan Penyalahgunaan Media Sosial

14 Juli 2026 - 11:51 WIB

IMG 20260714 WA0156

MPLS SMK Negeri 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire Resmi Dibuka, 480 Siswa Baru Siap Tempuh Pendidikan Vokasi

14 Juli 2026 - 11:47 WIB

IMG 20260714 WA0155

SMKS Kesehatan Anigou Nabire Gelar MPLS 2026, Tanamkan Kemandirian dan Semangat Berprestasi bagi Peserta Didik Baru

14 Juli 2026 - 07:06 WIB

IMG 20260714 WA0141

Resmi Jabat Kapolres Mimika, AKBP Alredo Prioritaskan Keberlanjutan Program dan Peningkatan Pelayanan Kepada Masyarakat

14 Juli 2026 - 07:01 WIB

IMG 20260714 WA0136
Trending di Headline