Menu

Mode Gelap
Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana Meningkatnya Kriminalitas: Akar Masalah dan Solusi Holistik (Ditinjau dari Sosiologi Hukum) Banjir Bandang Sumatera: Alarm Bencana Ekologis dan Slow Violence di Seluruh Indonesia Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah

Headline

Kemendikdasmen Hidupkan Kembali Sekolah Satu Atap, Fokus untuk Pendidikan di Daerah 3T

adminbadge-check


					Kemendikdasmen Hidupkan Kembali Sekolah Satu Atap, Fokus untuk Pendidikan di Daerah 3T Perbesar

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan akan membuka atau menghidupkan kembali program Sekolah Satu Atap. Inisiatif ini diprioritaskan untuk meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) Indonesia.

​Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa Sekolah Satu Atap adalah model sekolah yang menggabungkan beberapa jenjang pendidikan di satu lokasi yang sama.

​”Jadi misalnya SD, SMP: misalnya SD-nya masuk pagi, SMP-nya masuk siang. Atau SMP dan SMA, yang pengaturannya diatur sesuai dengan keluasan waktu yang ada di masing-masing daerah,” ujar Mu’ti.

​Mu’ti mengungkapkan bahwa keputusan untuk kembali mengaktifkan Sekolah Satu Atap adalah respons terhadap tantangan geografis yang sulit dijangkau di Indonesia. Mendirikan sekolah baru di daerah terpencil seringkali menghadapi risiko tidak berkembang karena jumlah penduduk yang sedikit, selain kendala dalam penyediaan infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai.

​”Sehingga kemudian, udahlah, daripada bikin sekolah baru, kita bikin saja Sekolah Satu Atap atau pembelajaran jarak jauh,” tambahnya.

​Pelaksanaan Sekolah Satu Atap ini akan dilakukan secara bertahap. Mu’ti berharap jumlahnya akan terus meningkat, mengingat adanya perhatian khusus dari DPR, khususnya Komisi X, terhadap pendidikan di daerah 3T.

​Selain Sekolah Satu Atap, Kemendikdasmen juga berupaya meratakan kesempatan belajar melalui pendidikan nonformal dengan mengusung paradigma learning, bukan hanya schooling.

​Ke depan, lembaga pendidikan nonformal akan dikembangkan melalui tiga model utama:

  • ​Penguatan penyetaraan
  • ​Homeschooling
  • ​Sekolah terbuka

​Model Sekolah Terbuka ini memungkinkan adanya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), mirip dengan konsep Universitas Terbuka (UT). Implementasi PJJ ini telah diluncurkan, salah satunya kepada anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) di Kinabalu, Malaysia, dengan memanfaatkan teknologi digital.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dilantik Jadi Ketua IK3M, Anton Welerubun Bersama Dua Raja Mengajak Warga Kei di Mimika Jaga Persatuan dan Nama Baik Leluhur 

8 Desember 2025 - 15:36 WIB

20251206 135728

Pemkab Mimika Kebut Penyusunan APBD 2026, OPD Diminta Percepat Rampungkan RKA

8 Desember 2025 - 14:20 WIB

20250923 103622

LBH Papua Tengah Desak Aparat Gelar Razia Senjata Tajam di Mimika Jelang Natal dan Tahun Baru

8 Desember 2025 - 14:04 WIB

Img 20251208 wa0126

Garda Terdepan Distribusi Energi, Awak Mobil Tanki Pertamina Patra Niaga Papua dan Maluku Tingkatkan Kehandalan dan Kewaspadaan

8 Desember 2025 - 13:51 WIB

Img 20251208 wa0102

Ketua BMA Papua Tengah Ajak Warga Jaga Kamtibmas Jelang Hari HAM Sedunia

8 Desember 2025 - 13:43 WIB

Img 20251208 wa0118
Trending di Headline