NABIRE — Dewan Adat Papua Wilayah Mepago Kabupaten Nabire menyatakan dukungan penuh kepada Frans Pigome untuk menduduki jabatan Presiden Direktur (Presdir) PT Freeport Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Adat Kabupaten Nabire, Pilemon Madai, bersama Sekretaris Jenderal Dewan Adat Papua Wilayah Mepago, Frans U. Magai, pada Jumat (24/10/2025) di Nabire.
Dalam keterangannya, Dewan Adat menilai bahwa saatnya pemerintah memberikan kepercayaan kepada anak asli Papua untuk memimpin perusahaan tambang terbesar di Indonesia tersebut.
“Kami meminta kepada Presiden Republik Indonesia agar memberikan kepercayaan kepada Frans Pigome untuk menjadi Presiden PT Freeport Indonesia, karena beliau adalah anak asli Papua yang memahami betul kondisi ekonomi dan sosial masyarakat Papua,” ujar Pilemon Madai.
Frans Pigome disebut berasal dari salah satu dari 267 suku di enam provinsi, 42 kabupaten, dan tiga kota di Tanah Papua, yang dinilai memiliki pemahaman mendalam mengenai pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal.
Dewan Adat Papua Wilayah Mepago menegaskan, sejak PT Freeport beroperasi di Indonesia pada tahun 1967 hingga kini, belum pernah posisi tertinggi di perusahaan tersebut dipegang oleh orang asli Papua.
“Selama lebih dari 50 tahun Freeport berdiri, belum pernah orang berkulit hitam dan berambut keriting dari atas tanah Papua, dari Sorong sampai Merauke, memimpin perusahaan itu. Padahal Otonomi Khusus Jilid II telah memberikan ruang afirmasi bagi orang Papua untuk dipercaya menjadi pemimpin di berbagai bidang,” tambahnya
Menurut Dewan Adat, penunjukan Frans Pigome sebagai Presdir Freeport akan menjadi simbol keadilan dan pengakuan terhadap kemampuan anak-anak Papua dalam mengelola sumber daya alam di tanahnya sendiri.
“Frans Pigome memahami masyarakat adat Papua, memahami sistem ekonomi lokal, dan mengerti seluk-beluk Freeport dari pengalaman langsungnya di Indonesia hingga Amerika Serikat. Ia sosok yang layak, tepat, dan pas untuk memimpin Freeport,” tegas Pilemon Madai.
Dewan Adat juga menyerukan kepada pemerintah Indonesia dan pemegang saham Freeport di Amerika Serikat (McMoRan) agar mempertimbangkan aspirasi ini secara serius.
“Kami minta kepada Presiden Republik Indonesia dan pihak McMoRan di Amerika agar memberikan kepercayaan kepada anak asli Papua yang satu-satunya masuk dalam calon pimpinan Freeport, yakni Saudara Frans Pigome,” Madai
Dukungan Dewan Adat Papua ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperjuangkan afirmasi dan pemberdayaan sumber daya manusia Papua, terutama dalam sektor strategis seperti pertambangan, demi mewujudkan perekonomian berkeadilan menuju Indonesia Emas 2045. (MB)






