TIMIKA – Menyongsong pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Daerah II Tingkat Provinsi Papua Tengah, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Mimika menggelar rapat perdana panitia, Senin malam (20/10/2025), bertempat di Timika.
Rapat ini menjadi langkah awal persiapan Kabupaten Mimika sebagai tuan rumah kegiatan yang rencananya akan digelar pada 2–6 Desember 2025. Seluruh panitia pelaksana lintas bidang dalam pertemuan tersebut, termasuk unsur tokoh agama dan pengurus LP3KD.
Ketua Umum LP3KD Mimika, Johannes Rettob dalam arahannya menekankan pentingnya kerja sama dan kesiapan seluruh panitia mengingat waktu pelaksanaan yang semakin dekat. Ia menegaskan bahwa kesuksesan Pesparani sangat bergantung pada perencanaan yang terstruktur dan disiplin.

“Panitia harus memiliki timeline dan jadwal kerja yang jelas. Tidak boleh ada bagian yang terlewat. Pengalaman kita sebagai tuan rumah Pesparawi harus menjadi pelajaran berharga untuk menyusun strategi dan komitmen bersama,” tegas Johannes.
Ia juga menekankan bahwa Pesparani bukan sekadar ajang seni dan budaya, tetapi merupakan sarana mempererat persaudaraan antarumat beragama serta memperkokoh nilai-nilai toleransi di Papua Tengah.
“Pesparani harus menjadi momen yang membanggakan, bukan hanya karena keindahan seni yang ditampilkan, tetapi juga karena ketulusan iman dan pelayanan kepada Tuhan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Panitia Pesparani 2025, Emanuel Kemong, menyampaikan bahwa setiap bidang harus mulai bekerja secara konkret. Ia menargetkan pembagian tugas dan koordinasi antar-seksi dapat dilakukan mulai keesokan harinya.

“Waktu kita tinggal satu bulan. Besok masing-masing seksi sudah harus tahu tugas dan fungsinya. Kita harus bergerak cepat dan tepat,” ucap Emanuel.
Ia juga mengingatkan bahwa semangat kebersamaan dan pelayanan adalah kunci utama dalam menyukseskan kegiatan rohani ini.
“Pesparani adalah ruang ekspresi iman. Kita ingin kegiatan ini berjalan lancar secara teknis, tetapi juga penuh makna secara spiritual,” tuturnya.
Sebagai informasi, Pesparani II Provinsi Papua Tengah akan diikuti oleh perwakilan dari kabupaten/kota se-Papua Tengah. Berbagai mata lomba paduan suara, mazmur, dan cerdas cermat rohani akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Kabupaten Mimika, yang dipercaya sebagai tuan rumah, menargetkan pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan sukses dan menjadi simbol kerukunan umat beragama di tanah Papua. (ET)






