Menu

Mode Gelap
Sengketa PAW DPR Papua Tengah, Simon Gobai Resmi Tunjuk Yakehu sebagai Kuasa Hukum Natal di Tengah Luka Bangsa: Refleksi dari Sumatera hingga Papua Kepsek SD Inpres Nabarua Sampaikan Terima Kasih, 159 Siswa Terima PIP Usulan Senator Wilhelmus Pigai Sinergi Membangun SDM: Wilhelmus Pigai Dukung Penuh Program Pendidikan Gratis Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa: 2026 Adalah Tahun Lompatan Besar bagi Pendidikan Gratis di Papua Tengah Pesta Kembang Api Spektakuler di Pantai Nabire, Masyarakat: Terima Kasih Gubernur Meki Nawipa

Headline

Rektor USWIM Nabire Tanggapi Aksi Mahasiswa: “Saya Apresiasi Aksi Damai, Tapi Kebijakan Harus Diperbaiki”

Etty Welerbadge-check


					Rektor USWIM Nabire Tanggapi Aksi Mahasiswa: “Saya Apresiasi Aksi Damai, Tapi Kebijakan Harus Diperbaiki” Perbesar

NABIRE – Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Petrus Tekege, S.H., M.H., menanggapi aksi mahasiswa yang menolak kebijakan baru kampus terkait pelunasan biaya kuliah sebagai syarat mengikuti wisuda.

Dalam pernyataannya kepada wartawan, Senin (20/10/2025), Dr. Petrus menyampaikan apresiasi terhadap mahasiswa yang berani menyampaikan pendapat secara terbuka melalui aksi damai di lingkungan kampus.

“Saya apresiasi apa yang mahasiswa sampaikan. Tidak boleh diam-diam, karena kalau tutup-tutup lama-lama bisa bengkak dan meledak. Saya senang anak-anak menyampaikan pendapatnya lewat aksi damai seperti ini,” ujar Rektor USWIM.

Aksi mahasiswa yang digelar pada Senin pagi (20/10) itu merupakan bentuk protes terhadap kebijakan baru universitas yang diberlakukan sejak September 2025, dimana sistem pembayaran kuliah dengan dua kali cicilan resmi dihapus.

Mahasiswa menilai aturan tersebut memberatkan, namun pihak rektorat menegaskan bahwa kebijakan itu diterapkan untuk memperbaiki sistem administrasi keuangan kampus yang selama ini bermasalah.

Menurut Rektor, sistem cicilan sebelumnya sering disalahgunakan oleh sebagian mahasiswa, sehingga menyebabkan banyak yang menumpuk tunggakan dan tidak dapat mengambil ijazah setelah wisuda.

“Saya malu kalau dengar alumni USWIM belum ambil ijazah karena tunggakan. Saya tidak mau lagi mendengar itu. Karena itu, mulai dari kepemimpinan saya, kebijakan harus diperbaiki,” tegasnya.

Sebagai bentuk solusi, Petrus juga mengumumkan potongan 20 persen biaya kuliah bagi mahasiswa yang masih menunggak, agar mereka tetap bisa mengikuti wisuda pada 13 November 2025 mendatang.

Selain itu, pihak rektorat membuka kesempatan dialog langsung dengan mahasiswa yang masih mengalami kesulitan keuangan.

“Saya buka pintu bagi siapa pun mahasiswa yang mau bicara langsung dengan saya pada 11 November. Mari kita cari solusi baik-baik,” kata Tekege.

Dengan langkah ini, pihak kampus berharap ketegangan antara mahasiswa dan lembaga universitas dapat mereda dan kedua pihak dapat bekerja sama untuk menjaga suasana akademik yang sehat serta memperbaiki sistem manajemen pendidikan di USWIM Nabire. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemalangan Akses Sekolah di Wania, Pemerintah Distrik Pastikan Situasi Kondusif dan KBM Segera Normal

14 Januari 2026 - 14:19 WIB

Img 20260114 wa0304

Pemalangan Kembali Terjadi, Aktivitas Belajar SD Negeri Inauga Lumpuh

14 Januari 2026 - 14:11 WIB

Img 20260114 wa0302

Pemkab Puncak Tegaskan Korban Konflik Kwamki Narama Berimbang dan Telah Berdamai, ASN Terlibat Akan Disanksi

14 Januari 2026 - 14:00 WIB

20260112 164854

Konflik Warga Berakhir Damai, Pemkab Puncak Sampaikan Permohonan Maaf kepada Pemkab dan Masyarakat Mimika

14 Januari 2026 - 13:38 WIB

Screenshot 20260114 223746 gallery

Pakar Hukum Ingatkan Jurnalis Papua Pahami KUHP Baru Agar Terhindar Jeratan Hukum

14 Januari 2026 - 12:04 WIB

Img 20260114 wa0284
Trending di Headline