Menu

Mode Gelap
Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana Meningkatnya Kriminalitas: Akar Masalah dan Solusi Holistik (Ditinjau dari Sosiologi Hukum) Banjir Bandang Sumatera: Alarm Bencana Ekologis dan Slow Violence di Seluruh Indonesia Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah

Headline

Mahasiswa USWIM Nabire Tolak Aturan Baru Wisuda

Etty Welerbadge-check


					Mahasiswa USWIM Nabire Tolak Aturan Baru Wisuda Perbesar

NABIRE — Mahasiswa Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire menolak kebijakan baru kampus yang mewajibkan mahasiswa melunasi biaya pembangunan dan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sebagai syarat mengikuti wisuda.

Kebijakan tersebut dinilai memberatkan dan tidak adil bagi mahasiswa, terutama mereka yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Aksi protes mahasiswa ini rencananya akan digelar pada Senin, 20 Oktober 2025, di halaman kampus USWIM Nabire.

Koordinator lapangan aksi, Gideon Pigai, menegaskan bahwa mahasiswa menuntut rektorat membuka dialog terbuka dengan perwakilan mahasiswa.

“Kami menolak kebijakan yang dibuat tanpa melibatkan mahasiswa. Jika tuntutan kami tidak diindahkan dan mahasiswa tetap tidak diizinkan mengikuti wisuda, kami akan menutup kampus,” tegas Gideon.

Mahasiswa menilai bahwa pendidikan tidak seharusnya dibatasi oleh kemampuan finansial. Mereka berharap pihak universitas dapat mencari solusi yang lebih adil tanpa harus mengorbankan hak mahasiswa untuk diwisuda.

Wakil Koordinator Lapangan, Demianus Dawapa, menambahkan bahwa kebijakan tersebut berdampak luas secara psikologis dan sosial bagi mahasiswa serta keluarga mereka.

“Banyak orang tua merasa terbebani. Mahasiswa menjadi cemas dan kehilangan semangat belajar karena ijazah mereka ditahan akibat persoalan biaya,” ujarnya.

Menurut mahasiswa, aturan baru ini diterapkan tanpa sosialisasi dan tanpa dialog antara pihak lembaga kampus dan mahasiswa. Hal ini memicu ketegangan dan rasa ketidakpercayaan terhadap transparansi pengelolaan keuangan kampus.

Meski memahami pentingnya administrasi keuangan bagi kelancaran operasional perguruan tinggi, mahasiswa menegaskan bahwa aspek keadilan dan inklusivitas harus menjadi pertimbangan utama.

Mereka menilai kebijakan yang terlalu menitikberatkan pada pelunasan biaya justru menutup kesempatan bagi mahasiswa berprestasi yang menghadapi kendala ekonomi.

Aksi mahasiswa USWIM Nabire ini diharapkan dapat membuka ruang dialog antara mahasiswa dan pihak kampus untuk menemukan solusi bersama yang lebih adil, transparan, dan berpihak pada keberlanjutan pendidikan. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban

8 Desember 2025 - 05:17 WIB

Apel gabungan di monas 1765161864707 169

DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta

7 Desember 2025 - 22:46 WIB

1001433151 2759921897

Momen Natal, OPM Dilarang Masuki Puncak Papua Tengah

7 Desember 2025 - 20:37 WIB

Img 20251207 wa0073

Lilin, Doa, dan Tarian Lapago: Identitas Budaya Menyatu dalam Peringatan HUT Ke-11 ULMWP di Jayapura

7 Desember 2025 - 20:33 WIB

Img 20251207 wa0065

Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana

7 Desember 2025 - 03:45 WIB

Whatsapp image 2025 12 07 at 12.44.46
Trending di News