Menu

Mode Gelap
Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana Meningkatnya Kriminalitas: Akar Masalah dan Solusi Holistik (Ditinjau dari Sosiologi Hukum) Banjir Bandang Sumatera: Alarm Bencana Ekologis dan Slow Violence di Seluruh Indonesia Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah

Headline

Darurat ASN Papua! Filep Wamafma Minta MenPAN-RB Hentikan Mutasi Ilegal dan Utamakan Putra Daerah

adminbadge-check


					Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, Perbesar

Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma,

JAKARTA – Anggota DPD RI asal Papua Barat, Filep Wamafma, menyoroti maraknya dugaan praktik pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari wilayah Papua ke daerah lain yang dilakukan secara nonprosedural. Ia menilai praktik ini merugikan daerah karena menimbulkan kekosongan jabatan strategis dan menghambat pelayanan publik.

Filep mendesak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) untuk segera mengambil langkah konkret, termasuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Khusus guna mengawasi serta menutup celah terjadinya mutasi ilegal tersebut.

“Masalah ini sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Saya kerap menerima laporan tentang pemindahan pegawai negeri dari Papua ke daerah lain tanpa melalui mekanisme yang semestinya,” ujar Filep pada Jumat (17/10/2025).

Senator yang juga menjabat sebagai Sekretaris MPR For Papua itu menjelaskan, modus yang sering terjadi adalah ASN dari luar Papua awalnya mengikuti seleksi dan diterima melalui formasi di wilayah Papua. Setelah memperoleh Surat Keputusan (SK) dan bekerja dalam waktu singkat, mereka kemudian mengajukan pindah tugas ke daerah asal dengan memanfaatkan oknum tertentu yang memiliki pengaruh untuk mengintervensi proses mutasi tersebut.

Menurut Filep, praktik semacam ini sangat merugikan daerah, sebab rekrutmen ASN di Papua seharusnya difokuskan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di wilayah yang masih kekurangan tenaga aparatur.

Selain menyoroti praktik mutasi nonprosedural, Filep juga menegaskan pentingnya prioritas bagi putra-putri asli Papua dalam setiap proses rekrutmen ASN. Hal ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal, terutama di tengah proses pemekaran empat provinsi baru di Tanah Papua.

“Rekrutmen ASN di Papua mutlak harus memprioritaskan putra-putri daerah. Ini penting untuk mencegah terulangnya praktik mutasi ke luar Papua dan menjamin keberlanjutan pelayanan publik,” tegasnya.

Filep menutup pernyataannya dengan menyerukan agar ASN yang telah diangkat dan ditempatkan di Papua tidak serta merta meninggalkan daerah tersebut, karena keberadaan mereka sangat penting bagi pembangunan dan tata kelola pemerintahan di wilayah Papua.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dilantik Jadi Ketua IK3M, Anton Welerubun Bersama Dua Raja Mengajak Warga Kei di Mimika Jaga Persatuan dan Nama Baik Leluhur 

8 Desember 2025 - 15:36 WIB

20251206 135728

Pemkab Mimika Kebut Penyusunan APBD 2026, OPD Diminta Percepat Rampungkan RKA

8 Desember 2025 - 14:20 WIB

20250923 103622

LBH Papua Tengah Desak Aparat Gelar Razia Senjata Tajam di Mimika Jelang Natal dan Tahun Baru

8 Desember 2025 - 14:04 WIB

Img 20251208 wa0126

Garda Terdepan Distribusi Energi, Awak Mobil Tanki Pertamina Patra Niaga Papua dan Maluku Tingkatkan Kehandalan dan Kewaspadaan

8 Desember 2025 - 13:51 WIB

Img 20251208 wa0102

Ketua BMA Papua Tengah Ajak Warga Jaga Kamtibmas Jelang Hari HAM Sedunia

8 Desember 2025 - 13:43 WIB

Img 20251208 wa0118
Trending di Headline