Menu

Mode Gelap
Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah Waket DPR Papua Tengah John Gobai Desak Penyediaan Sekolah, Puskesmas, dan Transportasi Umum di Perbatasan Mimika-Deiyai Kunjungan Kanonik Perdana Uskup Timika di Agimuga Disambut Meriah oleh Seribuan Umat Katolik Suku Amungme 80 Siswa di Raja Ampat Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis Diduga Terjadi Pengeboman Oleh Aparat di Maybrat, LP3BH Manokwari Desak Komnas HAM dan Dewan HAM Internasional Bertindak Ketua DPD RI Optimistis Surpres RUU Daerah Kepulauan Terbit Pekan Ini: Keadilan Fiskal Harus Berlayar!

Headline

Konflik Dua Kelompok Warga di Kwamki Narama Berakhir Damai

adminbadge-check


					Suasana saat dilakukan mediasi untuk proses perdamaian dua kelompok di Polres Mimika Perbesar

Suasana saat dilakukan mediasi untuk proses perdamaian dua kelompok di Polres Mimika

TIMIKA – Konflik antara dua kelompok warga di Kwamki Narama yang terjadi beberapa hari lalu telah berakhir dengan kesepakatan damai.

Kesepakatan tersebut tercapai melalui mediasi pihak kepolisian yang dihadiri oleh perwakilan kedua kelompok, Kepala Distrik Kwamki Narama, serta tokoh-tokoh masyarakat di Kantor Pelaksanaan Polres Mimika, Jumat (17/10/2025).

Setelah mediasi, Pendeta Anton Wamang, salah satu tokoh gereja, menyatakan bahwa pertikaian telah berakhir dengan damai dan berharap konflik serupa tidak terulang lagi.

“Pertikaian ini bukan antar suku, melainkan antar keluarga. Kini sudah selesai dengan damai,” ujarnya.

Anton menambahkan bahwa pihaknya akan kembali ke Kwamki Narama untuk memberikan arahan kepada masyarakat yang terlibat, memastikan perdamaian tetap terjaga.

“Terkait denda, diberi waktu untuk menyiapkannya sesuai kesepakatan,” jelas Anton.

Sementara itu, Kepala Distrik Kwamki Narama, Naftali Edwin Hanuaebu, mengapresiasi kesepakatan damai tersebut sebagai upaya luar biasa dalam menjaga kehidupan damai di Kwamki.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada kedua kelompok yang telah sepakat berdamai. Ini langkah penting untuk mewujudkan kedamaian di Kwamki,” ujarnya.

Naftali berharap masing-masing kelompok segera menarik kembali anggotanya dan menyimpan semua senjata tajam yang selama ini digunakan dalam konflik agar tidak disalahgunakan lagi. (IT).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Musdat LMHA Dinilai Tidak Sesuai Mekanisme dan Prosedur Mekanisme, Lemasko Pimpinan Gerry Minta Dibatalkan

5 Desember 2025 - 10:59 WIB

Img 20251204 wa0021

Yohanes Yance Boyau Terpilih  dan Dikukuhkan Jadi Weyaiku Pertama LMHA Suku Kamoro/Mimikawe

5 Desember 2025 - 10:54 WIB

20251204 174919

LPPD Papua Tengah Gelar Rapat Konsultasi Persiapan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional 2026

5 Desember 2025 - 09:11 WIB

Img 20251205 wa0213

Menuju Kepastian Hak Ulayat: Papua Tengah Bahas Standar Kompensasi Hasil Hutan

5 Desember 2025 - 09:05 WIB

Img 20251205 wa0206

Pemprov Papua Tengah Gelar Sosialisasi Persiapan Perhitungan IDI 2025, Ukago: Instrumen Strategis Menilai Kualitas Demokrasi Daerah

5 Desember 2025 - 08:11 WIB

Img 20251205 wa0192
Trending di Headline