TIMIKA (Yahokimo) – Satgas Ops Damai Cartenz tengah melakukan pengejaran terhadap orang tak dikenal (OTK) yang melakukan penganiayaan berat terhadap seorang sopir bernama Bahar.
Kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia, ini terjadi pada Selasa (14/10/2025) malam sekitar pukul 20.05 WIT di halaman Gereja GIDI Siloam, Jalan Poros Logpon Kilometer 4, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., dalam keterangannya kepada awak media Rabu (15/10/2025) mengatakan bahwa korban diserang oleh orang tak dikenal (OTK) sesaat setelah tiba di halaman gereja.
“Korban tiba-tiba diserang dari arah jalan masuk. Meski sempat berusaha melarikan diri ke area dalam gereja, pelaku tetap mengejar dan melakukan penikaman berulang hingga korban tersungkur,” ungkapnya.
Menurut Brigjen Pol Dr. Faizal bahwa pada saat kejadian saksi yang adalah kepala suku setempat sempat mencoba menghentikan pelaku dengan berteriak, “Jangan, saya kepala suku!”, namun pelaku tetap melanjutkan serangannya.
“Korban kemudian dilarikan ke RSUD Dekai, namun dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk parah di bagian perut, dada, dan kepala,” ujarnya.
Dikatakannya, setelah kejadian, tim gabungan Satgas Ops Damai Cartenz dan Polres Yahukimo segera menuju lokasi untuk melakukan pengejaran, penyisiran, serta pengamanan area sekitar gereja.
Sementara itu menurut Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. bahwa hasil penyelidikan awal mengindikasikan bahwa pelaku penikaman diduga bagian dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang mengaku dirinya Kodap XVI Yahukimo, yang selama ini aktif melakukan aksinya di wilayah Jalan Poros Logpon KM 4.
Perlu diketahui, korban ini turut membantu persiapan peresmian Gereja GIDI Siloam yang dijadwalkan berlangsung hari ini (Rabu-red). Namun akibat peristiwa tragis tersebut, kegiatan peresmian terpaksa ditunda.
Pihak kepolisian menyebut insiden ini menjadi bukti nyata kekejaman kelompok KKB, yang terus menebar aksi kejahatan bersenjata tanpa pandang bulu, termasuk di fasilitas kesehatan, pendidikan, dan tempat ibadah. (IT)






