Menu

Mode Gelap
Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah Waket DPR Papua Tengah John Gobai Desak Penyediaan Sekolah, Puskesmas, dan Transportasi Umum di Perbatasan Mimika-Deiyai Kunjungan Kanonik Perdana Uskup Timika di Agimuga Disambut Meriah oleh Seribuan Umat Katolik Suku Amungme 80 Siswa di Raja Ampat Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis Diduga Terjadi Pengeboman Oleh Aparat di Maybrat, LP3BH Manokwari Desak Komnas HAM dan Dewan HAM Internasional Bertindak Ketua DPD RI Optimistis Surpres RUU Daerah Kepulauan Terbit Pekan Ini: Keadilan Fiskal Harus Berlayar!

Headline

DPR Papua Tengah dan DPD RI Gelar Hearing Dialog Bersama Pengungsi Intan Jaya di Nabire 

Etty Welerbadge-check


					DPR Papua Tengah dan DPD RI Gelar Hearing Dialog Bersama Pengungsi Intan Jaya di Nabire  Perbesar

NABIRE — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah bersama Panitia Khusus (Pansus) Kemanusiaan DPR Papua Tengah dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia menggelar hearing dialog bersama para pengungsi asal Intan Jaya dan daerah terdampak lainnya, Selasa (14/10/2025), di Auditorium RRI Nabire.

Dialog ini menghadirkan sejumlah narasumber penting, di antaranya Yohanes Kemong, Anggota DPR Papua Tengah sekaligus Ketua Pansus Kemanusiaan; Yoris Raweyai, Wakil Ketua DPD RI; serta Lis Tabuni, Anggota DPD RI Perwakilan Papua Tengah.  Acara ini dimoderatori oleh John Nr. Gobay, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah.

Dalam sambutannya, John Nr. Gobay menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya dialog tersebut yang mempertemukan berbagai pihak untuk membicarakan kondisi kemanusiaan dan keamanan di wilayah Papua Tengah, khususnya di Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya.

“Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan karena kami masih hadir di tempat ini untuk membicarakan situasi yang terjadi di Papua Tengah. Kita ketahui bersama bahwa di satu sisi pembangunan terus bergerak dengan percepatan, namun di sisi lain percepatan kekerasan juga terus terjadi. Dua hal ini harus disikapi oleh DPR Papua Tengah sebagai lembaga wakil rakyat,” ujar Gobay.

Ia menegaskan bahwa tujuan pembentukan daerah otonom baru (DOB) bukanlah untuk menciptakan konflik atau memperpanjang operasi keamanan, tetapi untuk memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi masyarakat Papua Tengah.

“Dalam berbagai regulasi tidak pernah disebutkan bahwa pembentukan DOB dimaksudkan untuk mempertahankan operasi penegakan hukum yang berujung pada kekerasan dan pelanggaran HAM. Esensinya adalah bagaimana DOB bisa membuat rakyat bahagia, bukan menangis,” tegasnya.

Gobay juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, aparat keamanan, maupun kelompok masyarakat sipil, untuk mengedepankan prinsip kemanusiaan dan perdamaian dalam menyikapi berbagai persoalan di Tanah Papua.

“Tuhan memberikan kita waktu hidup di dunia ini untuk berbuat baik, supaya nanti kita masuk surga. Hidup ini hanya sementara. Yang utama dari pertemuan ini adalah bagaimana kita menjadi duta damai dan penyelamat bagi tanah ini, bukan menjadi iblis atau Yudas bagi sesama,” tutupnya.

Kegiatan hearing dialog ini menjadi wadah penting untuk mendengarkan aspirasi para pengungsi serta mencari solusi damai atas konflik kemanusiaan yang masih terjadi di beberapa wilayah Papua Tengah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Musdat LMHA Dinilai Tidak Sesuai Mekanisme dan Prosedur Mekanisme, Lemasko Pimpinan Gerry Minta Dibatalkan

5 Desember 2025 - 10:59 WIB

Img 20251204 wa0021

Yohanes Yance Boyau Terpilih  dan Dikukuhkan Jadi Weyaiku Pertama LMHA Suku Kamoro/Mimikawe

5 Desember 2025 - 10:54 WIB

20251204 174919

LPPD Papua Tengah Gelar Rapat Konsultasi Persiapan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional 2026

5 Desember 2025 - 09:11 WIB

Img 20251205 wa0213

Menuju Kepastian Hak Ulayat: Papua Tengah Bahas Standar Kompensasi Hasil Hutan

5 Desember 2025 - 09:05 WIB

Img 20251205 wa0206

Pemprov Papua Tengah Gelar Sosialisasi Persiapan Perhitungan IDI 2025, Ukago: Instrumen Strategis Menilai Kualitas Demokrasi Daerah

5 Desember 2025 - 08:11 WIB

Img 20251205 wa0192
Trending di Headline