JAKARTA – Anggota DPD RI utusan Provinsi Papua Tengah, Wilhelmus Pigai, memberikan penekanan tajam terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang membentuk Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua. Pigai menegaskan bahwa pembentukan komite ini harus menjadi momen pembuktian komitmen negara, dengan menjadikan pendidikan di Papua Tengah sebagai prioritas kunci utama untuk membangun sumber daya manusia (SDM) dan mewujudkan perdamaian.
Penekanan Pigai ini disampaikan menyusul pelantikan Komite Eksekutif yang diketuai Velix Vernando Wanggai pada Rabu (8/10/2025). Komite ini mengemban tugas berat sebagai jembatan koordinasi antara pusat dan daerah dalam mengawal agenda pembangunan, termasuk menata aspek sosial budaya.
Wilhelmus Pigai menilai, akar masalah di Papua seringkali berpusat pada kegagalan pembangunan dan marginalisasi yang hanya dapat diatasi dengan investasi serius pada manusia.
“Bagi kami, pendidikan adalah harga mati. Presiden Prabowo harus sungguh-sungguh membangun Papua Tengah melalui pendidikan,” tegas Pigai. “Komite yang dibentuk ini adalah peluang emas. Buktikan komitmen itu bukan hanya dengan pembangunan jalan, tapi dengan memastikan anak-anak Papua Tengah bisa bersekolah dengan tenang dan guru bisa mengajar dengan aman.” Selasa, (14/10/2025).
Pigai menyoroti tantangan mendasar yang dihadapi wilayah tersebut, di mana faktor keamanan seringkali menghambat kegiatan belajar mengajar. Ia mendesak Komite, yang beranggotakan tokoh-tokoh berpengalaman, termasuk di bidang keamanan, untuk merumuskan solusi humanis agar sekolah menjadi zona damai.
Sebagai perwakilan daerah di Senayan, Pigai mendesak agar Komite Eksekutif di bawah kepemimpinan Velix Wanggai segera mengambil langkah konkret yang berfokus pada:
- Jaminan Keamanan untuk Guru dan Siswa: Menciptakan koordinasi keamanan yang efektif agar guru tidak takut mengajar dan tidak terjadi pengrusakan fasilitas pendidikan.
- Efektivitas Dana Otsus: Mengawasi dan mengefektifkan alokasi dana Otonomi Khusus agar benar-benar mengalir ke sektor pendidikan, mengatasi kemiskinan dan ketidakmerataan yang menjadi catatan kritis sebelumnya.
- Kualitas dan Kesejahteraan Guru: Memastikan adanya afirmasi dan pembenahan dalam sistem rekrutmen serta penempatan guru yang berkualitas, demi membangun generasi emas Papua Tengah.
Dengan Komite Eksekutif bertugas membantu Badan Pengarah yang diketuai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, harapan besar kini tertumpu pada Velix Wanggai dan timnya. Mereka diuji untuk membuktikan bahwa struktur baru ini mampu membawa perubahan fundamental, menjadikan pendidikan sebagai langkah awal yang kuat menuju kesejahteraan dan perdamaian abadi di Papua Tengah






