Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Kadin Nabire Ajak Dewan Adat dan Pelaku Usaha Bersatu Bangun Ekonomi Papua Tengah

Etty Welerbadge-check


					Kadin Nabire Ajak Dewan Adat dan Pelaku Usaha Bersatu Bangun Ekonomi Papua Tengah Perbesar

NABIRE — Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Nabire, Frans U. Magai, mengajak seluruh pelaku ekonomi, Dewan Adat, dan pemerintah di wilayah Papua Tengah untuk bersatu dalam membangun ekonomi daerah yang berkeadilan.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sinergitas Masyarakat Adat Mee-Pago Papua Tengah Bersatu Mendukung Program Strategis Nasional yang digelar di Auditorium RRI Nabire, Senin (13/10/2025).

Dalam sambutannya, Frans menekankan bahwa sinergi antara lembaga adat dan dunia usaha merupakan kunci terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan sejahtera.

“Kalau kita duduk sama-sama dan bekerja sama, maka akan tercipta keadaan yang aman, damai, dan sejahtera,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pelantikan Komite Percepatan Pembangunan Papua (KPPP) oleh Presiden Joko Widodo dua minggu lalu sebagai sinyal bahwa Papua Tengah sudah harus siap menerima pembangunan besar di wilayahnya.

“Dewan Adat harus menyiapkan masyarakat agar bisa mengambil bagian dalam pembangunan. Harus ada program nyata yang memberdayakan masyarakat beternak, bertani, dan berusaha supaya pemerintah bisa membeli hasil mereka,” jelasnya.

Frans menegaskan bahwa Kadin merupakan wadah resmi negara berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1986, yang memiliki tanggung jawab mempercepat pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

“Tidak boleh ada orang yang tidak bekerja. Dewan Adat, Kadin, dan asosiasi usaha harus bersinergi. Masyarakat adat jangan hanya jadi penonton, tapi ikut bekerja dan hidup dari potensi daerahnya,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara berbagai asosiasi usaha seperti KAP, Apindo, dan OPD yang di bawah koordinasi Dewan Adat.

“Sekarang tidak bisa lagi jalan sendiri-sendiri. Pemerintah, Dewan Adat, dan pengusaha harus satu rumah, satu kekuatan. Dengan sinergi itu, Papua Tengah akan maju dan sejahtera,” tegas Magai. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KNPI Mimika: KONI Distrik Harus Jadi ‘Mata dan Telinga’ untuk Temukan Talenta Atlet dari Kampung

5 September 2026 - 13:54 WIB

20260905

Dari Kampung Untuk Mimika, KONI Distrik Mimika Barat Tengah Siap Cetak Atlet Berprestasi

5 September 2026 - 13:33 WIB

IMG 20260905 223248

Bupati Lantik 18 Kordinator KONI Distrik Kabupaten Mimika Masa Bakti 2026 – 2030, Olahraga Dimulai dari Kampung ke Kota 

5 September 2026 - 13:09 WIB

IMG 20260905 220842

Lebih Dekat di Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Patra Niaga Bagikan Semangat Senyum Pelanggan, Senyumku Juga di Timur Indonesia

4 September 2026 - 21:47 WIB

IMG 20260904 WA0146

Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031

4 September 2026 - 21:05 WIB

WhatsApp Image 2026 09 03 at 4.04.06 PM 1536x1023
Trending di Headline