Menu

Mode Gelap
Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah Waket DPR Papua Tengah John Gobai Desak Penyediaan Sekolah, Puskesmas, dan Transportasi Umum di Perbatasan Mimika-Deiyai Kunjungan Kanonik Perdana Uskup Timika di Agimuga Disambut Meriah oleh Seribuan Umat Katolik Suku Amungme 80 Siswa di Raja Ampat Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis Diduga Terjadi Pengeboman Oleh Aparat di Maybrat, LP3BH Manokwari Desak Komnas HAM dan Dewan HAM Internasional Bertindak Ketua DPD RI Optimistis Surpres RUU Daerah Kepulauan Terbit Pekan Ini: Keadilan Fiskal Harus Berlayar!

Headline

Kadin Nabire Ajak Dewan Adat dan Pelaku Usaha Bersatu Bangun Ekonomi Papua Tengah

Etty Welerbadge-check


					Kadin Nabire Ajak Dewan Adat dan Pelaku Usaha Bersatu Bangun Ekonomi Papua Tengah Perbesar

NABIRE — Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Nabire, Frans U. Magai, mengajak seluruh pelaku ekonomi, Dewan Adat, dan pemerintah di wilayah Papua Tengah untuk bersatu dalam membangun ekonomi daerah yang berkeadilan.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sinergitas Masyarakat Adat Mee-Pago Papua Tengah Bersatu Mendukung Program Strategis Nasional yang digelar di Auditorium RRI Nabire, Senin (13/10/2025).

Dalam sambutannya, Frans menekankan bahwa sinergi antara lembaga adat dan dunia usaha merupakan kunci terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan sejahtera.

“Kalau kita duduk sama-sama dan bekerja sama, maka akan tercipta keadaan yang aman, damai, dan sejahtera,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pelantikan Komite Percepatan Pembangunan Papua (KPPP) oleh Presiden Joko Widodo dua minggu lalu sebagai sinyal bahwa Papua Tengah sudah harus siap menerima pembangunan besar di wilayahnya.

“Dewan Adat harus menyiapkan masyarakat agar bisa mengambil bagian dalam pembangunan. Harus ada program nyata yang memberdayakan masyarakat beternak, bertani, dan berusaha supaya pemerintah bisa membeli hasil mereka,” jelasnya.

Frans menegaskan bahwa Kadin merupakan wadah resmi negara berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1986, yang memiliki tanggung jawab mempercepat pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

“Tidak boleh ada orang yang tidak bekerja. Dewan Adat, Kadin, dan asosiasi usaha harus bersinergi. Masyarakat adat jangan hanya jadi penonton, tapi ikut bekerja dan hidup dari potensi daerahnya,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara berbagai asosiasi usaha seperti KAP, Apindo, dan OPD yang di bawah koordinasi Dewan Adat.

“Sekarang tidak bisa lagi jalan sendiri-sendiri. Pemerintah, Dewan Adat, dan pengusaha harus satu rumah, satu kekuatan. Dengan sinergi itu, Papua Tengah akan maju dan sejahtera,” tegas Magai. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Musdat LMHA Dinilai Tidak Sesuai Mekanisme dan Prosedur Mekanisme, Lemasko Pimpinan Gerry Minta Dibatalkan

5 Desember 2025 - 10:59 WIB

Img 20251204 wa0021

Yohanes Yance Boyau Terpilih  dan Dikukuhkan Jadi Weyaiku Pertama LMHA Suku Kamoro/Mimikawe

5 Desember 2025 - 10:54 WIB

20251204 174919

LPPD Papua Tengah Gelar Rapat Konsultasi Persiapan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional 2026

5 Desember 2025 - 09:11 WIB

Img 20251205 wa0213

Menuju Kepastian Hak Ulayat: Papua Tengah Bahas Standar Kompensasi Hasil Hutan

5 Desember 2025 - 09:05 WIB

Img 20251205 wa0206

Pemprov Papua Tengah Gelar Sosialisasi Persiapan Perhitungan IDI 2025, Ukago: Instrumen Strategis Menilai Kualitas Demokrasi Daerah

5 Desember 2025 - 08:11 WIB

Img 20251205 wa0192
Trending di Headline