NABIRE — Pemerintah Kabupaten Nabire menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pembinaan generasi muda gereja melalui kegiatan Retreat Akbar Pemuda Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah III Papua Tengah, yang digelar di Jemaat Carmel Bomoupai, Klasis Kegata, pada 7–10 Oktober 2025.
Kegiatan rohani yang mengusung tema “Berakar dalam Kristus untuk Bersaksi dan Melayani” (Kolose 2:6–7) ini diikuti ribuan pemuda dan pemudi dari sembilan klasis di wilayah pelayanan GKII Wilayah III Papua Tengah.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Bupati Nabire Mesak Magai, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa pemuda gereja memiliki peran vital dalam membangun karakter bangsa dan daerah.
“Pemerintah daerah memberi perhatian besar terhadap pembinaan generasi muda. Pemuda gereja harus menjadi contoh, menjadi kekuatan moral dan sosial yang mendorong pembangunan di Nabire,” ujar Bupati Mesak Magai.
Ia juga mengajak pemuda GKII untuk berperan aktif tidak hanya dalam kegiatan rohani, tetapi juga dalam dunia pendidikan, sosial, dan ekonomi.
“Kalau kita mau Kemah Injil maju, maka pemudanya harus menjadi pelaku perubahan. Gereja harus mencetak pemuda yang punya visi, kerja keras, dan berjiwa pemimpin,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Departemen Pemuda Nasional GKII, Pdt. Dedi Sutiadi, M.Th., dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nabire yang turut hadir dan mendukung kegiatan pemuda gereja. Ia menilai kehadiran pemerintah menunjukkan kolaborasi positif antara gereja dan negara.
“Biasanya kami menunggu pejabat, tapi kali ini pejabat menunggu kami. Ini pengalaman yang luar biasa dan kami bersyukur atas dukungan pemerintah daerah,” ungkapnya.
Pdt. Dedi juga menekankan bahwa gereja tidak kekurangan pemuda, tetapi membutuhkan lebih banyak pemimpin yang kuat dan berkarakter Kristus.
“Kita punya banyak anak muda, tapi kita perlu lebih banyak pemimpin yang dibentuk untuk melayani dengan hati dan membawa perubahan,” ujarnya.
Kegiatan Retreat Akbar ini menjadi wadah pembinaan rohani dan penguatan karakter bagi pemuda GKII di Wilayah III Papua Tengah. Selain sesi ibadah dan seminar, kegiatan ini juga diisi dengan pelatihan kepemimpinan, diskusi pelayanan, dan malam pujian bersama.
Retreat ditutup dengan pesan bersama agar pemuda GKII terus berakar dalam Kristus, kuat dalam iman, serta siap bersaksi dan melayani di tengah tantangan zaman. (MB)






