Jakarta – Memperingati Hari Ulang Tahun ke-21, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mendapat tantangan dari pengamat politik Rocky Gerung untuk tidak berhenti pada seremonial semata, melainkan mengimplementasikan konsep green democracy dalam kerja-kerja kelembagaan. Selasa (30/9/2025).
Dalam Dialog Kebangsaan dan Kenegaraan di Kompleks Parlemen, Rocky menegaskan bahwa demokrasi modern tidak lagi cukup hanya mengandalkan kerangka konstitusi dan pasar. Menurutnya, tata bahasa global kini mengutamakan isu keberlanjutan, etika lingkungan, hingga kesetaraan gender.
“DPD bukan hanya wakil daerah, tetapi juga harus menjadi wakil bumi. Ekosistem, lingkungan, dan keberlanjutan adalah mandat baru demokrasi yang harus diperjuangkan,” ujar Rocky Gerung.
Ia menilai, inisiatif DPD RI seperti program Senator Peduli Ketahanan Pangan—yang mencakup penanaman jagung, penanaman pohon, hingga tebar benih ikan—merupakan langkah konkret yang bisa dikembangkan lebih luas. Program tersebut, katanya, perlu dikomunikasikan secara efektif agar menjadi model bagi daerah-daerah lain.
Sementara itu, pakar hukum Andi Irman Putra Sidin menyebut peluang memperkuat kewenangan DPD agar sejajar dengan DPR dan Presiden masih terbuka lebar. Namun, hal itu membutuhkan konsistensi dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan dalam beberapa tahun ke depan.
Ketua DPD RI menegaskan, lembaga yang dipimpinnya kini tidak hanya berfungsi sebagai representasi daerah, tetapi juga ikut mengambil peran dalam isu-isu global seperti lingkungan hidup dan perubahan iklim.
Dengan dorongan dari para akademisi dan penggiat demokrasi, HUT ke-21 DPD RI diharapkan menjadi momentum untuk membangun peran baru sebagai penjaga bumi, bukan sekadar representasi politik daerah.






