Menu

Mode Gelap
Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026

Headline

Mahasiswa Papua Tengah Tuntut Pembebasan Tapol dan Tolak Investasi di Mimbar Bebas Nabire

Etty Welerbadge-check


					Mahasiswa Papua Tengah Tuntut Pembebasan Tapol dan Tolak Investasi di Mimbar Bebas Nabire Perbesar

NABIRE – Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah menggelar aksi mimbar bebas di Pasar Karang Nabire, Kamis (11/9/2025). Aksi ini dipimpin oleh koordinator lapangan, Marius Petege, dan diikuti lebih dari 200 peserta.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan dua tuntutan utama. Pertama, mereka mendesak pemerintah untuk segera membebaskan empat tahanan politik (tapol) di Sorong tanpa syarat. Menurut mereka, keempat tapol yang disebut sebagai aktivis Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) tengah menjalani proses persidangan, dengan sidang lanjutan dijadwalkan pada 5 September lalu.

“Kami bersolidaritas untuk empat tapol di Sorong. Tuntutan kami jelas: segera bebaskan tanpa syarat,” tegas Marius Petege kepada wartawan.

Tuntutan kedua berkaitan dengan penolakan terhadap investasi di Papua Tengah. Massa menilai kehadiran perusahaan-perusahaan di wilayah tersebut tidak memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Mereka mengutip temuan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang menyebutkan terdapat 53 izin usaha di Papua Tengah, namun hanya dua perusahaan yang dinyatakan sah dan legal.

Mahasiswa menilai investasi yang ada justru mengancam keberlangsungan hidup masyarakat Papua dan hanya menguntungkan segelintir elit.

“Perusahaan-perusahaan ini tidak hadir untuk menyejahterakan rakyat Papua, tetapi untuk kepentingan individu tertentu. Kami tidak bisa menerima ini,” ujar Marius sebagai kordinator lapangan yang juga mahasiswa Universitas Cenderawasih kelas Nabire.

Massa menegaskan akan terus melakukan aksi serupa hingga pemerintah daerah maupun pusat menanggapi tuntutan mereka secara serius. Mereka juga menekankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang wajib bersuara bagi masyarakat.

Aksi mimbar bebas ini turut mengundang wartawan untuk meliput, agar aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan kepada pemerintah pusat maupun daerah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelarian Berakhir, Pelaku Penganiayaan Berat di Mapurujaya Dibekuk Tim Babat Satreskrim Polres Mimika

21 Juli 2026 - 03:23 WIB

IMG 20260721 WA0003

Lomba Bertutur Cerita Rakyat Mimika Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

21 Juli 2026 - 02:58 WIB

IMG 20260720 WA0051

Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting

21 Juli 2026 - 01:55 WIB

Poe5sxfxexbgb6v

Bupati Deiyai Tekankan Disiplin ASN, Penempatan Sesuai Kompetensi dan Percepatan Pembinaan CPNS, PPPK, THK2

20 Juli 2026 - 13:01 WIB

IMG 20260720 WA0050

Wabup Mimika Soroti Lambatnya Serapan Anggaran, OPD Diminta Perkuat Koordinasi

20 Juli 2026 - 12:54 WIB

IMG 20260720 WA0035
Trending di Headline