Menu

Mode Gelap
Percepat Respons Negara, Anggota Dewan Papua Tengah Temui DPD RI Bawa Aspirasi Lintas Sektor Mendagri dan Komite I DPD RI Evaluasi Isu Strategis Daerah: Fokus pada Kesiapan Fiskal DOB dan Percepatan Pembangunan Papua Natalius Pigai Bertekad Jadikan Indonesia Presiden Dewan HAM PBB, Targetkan Perubahan Tatanan Dunia Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana

Headline

Mahasiswa Papua Tengah Tuntut Pembebasan Tapol dan Tolak Investasi di Mimbar Bebas Nabire

Etty Welerbadge-check


					Mahasiswa Papua Tengah Tuntut Pembebasan Tapol dan Tolak Investasi di Mimbar Bebas Nabire Perbesar

NABIRE – Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah menggelar aksi mimbar bebas di Pasar Karang Nabire, Kamis (11/9/2025). Aksi ini dipimpin oleh koordinator lapangan, Marius Petege, dan diikuti lebih dari 200 peserta.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan dua tuntutan utama. Pertama, mereka mendesak pemerintah untuk segera membebaskan empat tahanan politik (tapol) di Sorong tanpa syarat. Menurut mereka, keempat tapol yang disebut sebagai aktivis Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) tengah menjalani proses persidangan, dengan sidang lanjutan dijadwalkan pada 5 September lalu.

“Kami bersolidaritas untuk empat tapol di Sorong. Tuntutan kami jelas: segera bebaskan tanpa syarat,” tegas Marius Petege kepada wartawan.

Tuntutan kedua berkaitan dengan penolakan terhadap investasi di Papua Tengah. Massa menilai kehadiran perusahaan-perusahaan di wilayah tersebut tidak memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Mereka mengutip temuan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang menyebutkan terdapat 53 izin usaha di Papua Tengah, namun hanya dua perusahaan yang dinyatakan sah dan legal.

Mahasiswa menilai investasi yang ada justru mengancam keberlangsungan hidup masyarakat Papua dan hanya menguntungkan segelintir elit.

“Perusahaan-perusahaan ini tidak hadir untuk menyejahterakan rakyat Papua, tetapi untuk kepentingan individu tertentu. Kami tidak bisa menerima ini,” ujar Marius sebagai kordinator lapangan yang juga mahasiswa Universitas Cenderawasih kelas Nabire.

Massa menegaskan akan terus melakukan aksi serupa hingga pemerintah daerah maupun pusat menanggapi tuntutan mereka secara serius. Mereka juga menekankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang wajib bersuara bagi masyarakat.

Aksi mimbar bebas ini turut mengundang wartawan untuk meliput, agar aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan kepada pemerintah pusat maupun daerah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Percepat Respons Negara, Anggota Dewan Papua Tengah Temui DPD RI Bawa Aspirasi Lintas Sektor

13 Desember 2025 - 01:23 WIB

Serakah aspirasi ke dpd

Workshop Penguatan Dekranasda dan Pelatihan Kerajinan Mimika Resmi Bergulir

12 Desember 2025 - 13:44 WIB

Img 20251212 wa0099

Akhir Tahun Penuh Kepedulian: TP-PKK Mimika Gelar Layanan Kesehatan dan Berbagi Kasih di Posyandu Kasana

12 Desember 2025 - 13:35 WIB

Img 20251212 wa0106

Kakanwil Kemenag Papua Audiensi dengan Gubernur, Bahas Dukungan Program Keagamaan hingga Rencana Embarkasi Haji

12 Desember 2025 - 13:29 WIB

Img 20251212 wa0058

Ditjen Bimas Kristen dan Katolik Gelar Festival Kasih Nusantara Bersama Kemenag di TMII 

12 Desember 2025 - 13:12 WIB

Img 20251212 wa0045
Trending di Headline