Menu

Mode Gelap
Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah Waket DPR Papua Tengah John Gobai Desak Penyediaan Sekolah, Puskesmas, dan Transportasi Umum di Perbatasan Mimika-Deiyai Kunjungan Kanonik Perdana Uskup Timika di Agimuga Disambut Meriah oleh Seribuan Umat Katolik Suku Amungme 80 Siswa di Raja Ampat Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis Diduga Terjadi Pengeboman Oleh Aparat di Maybrat, LP3BH Manokwari Desak Komnas HAM dan Dewan HAM Internasional Bertindak Ketua DPD RI Optimistis Surpres RUU Daerah Kepulauan Terbit Pekan Ini: Keadilan Fiskal Harus Berlayar!

Headline

Mahasiswa Papua Tengah Gelar Aksi, Sampaikan 16 Tuntutan

Etty Welerbadge-check


					Mahasiswa Papua Tengah Gelar Aksi, Sampaikan 16 Tuntutan Perbesar

NABIRE – Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah menggelar aksi menyuarakan aspirasi di Kabupaten Nabire, Kamis (11/9/2025). Dalam pernyataannya, massa aksi menegaskan 16 poin tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah pusat maupun daerah.

Koordinator Lapangan, Amsal Youw, dan Wakil Koordinator Lapangan, Arnold Pigai, menyampaikan bahwa aspirasi ini merupakan suara bersama pelajar dan mahasiswa Papua Tengah terhadap berbagai persoalan yang terjadi di wilayah tersebut.

Adapun poin-poin utama yang disuarakan antara lain:

  1. Hentikan seluruh investasi, baik legal maupun ilegal, dan cabut 53 izin usaha pertambangan di Papua Tengah.
  2. Batalkan rencana pembangunan pelabuhan dan PLTA di Kapiraya, Kabupaten Deiyai.
  3. Bebaskan tanpa syarat empat tahanan politik (Tapol) NFRPB di Sorong serta kembalikan mereka dari Makassar ke Sorong.
  4. Hentikan program transmigrasi di Papua Tengah.
  5. TNI/Polri diminta tidak menjadikan sekolah, gereja, dan fasilitas kesehatan sebagai barak militer, serta menarik pasukan organik dan non-organik dari seluruh wilayah Papua.
  6. Pemerintah Papua Tengah diminta memfasilitasi kepulangan para pengungsi ke daerah asal.
  7. Hentikan rencana pemekaran desa, distrik, dan kabupaten di Papua Tengah.
  8. Kapolres Nabire diminta menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat biasa, serta membuka ruang demokrasi.
  9. Pemerintah diminta membangun pasar yang layak bagi mama-mama Papua.
  10. Hentikan kriminalisasi jurnalis di seluruh Papua.
  11. Kementerian HAM diminta segera menyelesaikan persoalan pelanggaran HAM di Tanah Papua.
  12. Hentikan kapitalisasi alat-alat kesehatan di Papua Tengah.
  13. Hentikan penangkapan, penculikan, intimidasi, dan kekerasan terhadap rakyat Papua.
  14. Berikan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua sebagai solusi demokratis.

Massa aksi menegaskan, tuntutan tersebut lahir dari keresahan masyarakat Papua Tengah atas kondisi sosial, politik, dan ekonomi yang terjadi. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Musdat LMHA Dinilai Tidak Sesuai Mekanisme dan Prosedur Mekanisme, Lemasko Pimpinan Gerry Minta Dibatalkan

5 Desember 2025 - 10:59 WIB

Img 20251204 wa0021

Yohanes Yance Boyau Terpilih  dan Dikukuhkan Jadi Weyaiku Pertama LMHA Suku Kamoro/Mimikawe

5 Desember 2025 - 10:54 WIB

20251204 174919

LPPD Papua Tengah Gelar Rapat Konsultasi Persiapan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional 2026

5 Desember 2025 - 09:11 WIB

Img 20251205 wa0213

Menuju Kepastian Hak Ulayat: Papua Tengah Bahas Standar Kompensasi Hasil Hutan

5 Desember 2025 - 09:05 WIB

Img 20251205 wa0206

Pemprov Papua Tengah Gelar Sosialisasi Persiapan Perhitungan IDI 2025, Ukago: Instrumen Strategis Menilai Kualitas Demokrasi Daerah

5 Desember 2025 - 08:11 WIB

Img 20251205 wa0192
Trending di Headline