Menu

Mode Gelap
Percepat Respons Negara, Anggota Dewan Papua Tengah Temui DPD RI Bawa Aspirasi Lintas Sektor Mendagri dan Komite I DPD RI Evaluasi Isu Strategis Daerah: Fokus pada Kesiapan Fiskal DOB dan Percepatan Pembangunan Papua Natalius Pigai Bertekad Jadikan Indonesia Presiden Dewan HAM PBB, Targetkan Perubahan Tatanan Dunia Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana

News

Tarian Damai dari Mimika Gemparkan Festival Budaya Papua Tengah 2025

adminbadge-check


					Tarian Damai dari Mimika Gemparkan Festival Budaya Papua Tengah 2025 Perbesar

NABIRE – Rintik hujan yang turun di Lapangan Bandara Lama Nabire, Rabu (3/9/2025), tak menyurutkan antusiasme ribuan penonton yang hadir di pembukaan Festival Budaya Pelajar Papua Tengah 2025. Sorak sorai makin pecah ketika 16 penari muda asal Kabupaten Mimika naik ke panggung.

Mereka tampil dengan busana adat yang memadukan dua identitas besar Papua: pegunungan dan pesisir. Dari awal, gerakan tari mereka menceritakan kehidupan sehari-hari ada yang bercocok tanam, berburu, hingga melaut. Namun suasana berubah tegang saat konflik digambarkan. Penari saling berhadapan, senjata simbolis diangkat, tubuh-tubuh berguguran.

Tiba-tiba, seorang penari masuk membawa bendera Merah Putih. Ia memisahkan senjata dan mengajak semua bangkit kembali. Pertunjukan pun ditutup dengan lingkaran damai, diiringi kibaran merah putih yang membuat penonton merinding.

“Pesannya sederhana, kita sama-sama orang Papua. Kenapa harus bertikai kalau bisa hidup damai?” kata pelatih tim Mimika, Salju Sandalinggi, usai pertunjukan.

Salju menjelaskan, tarian perdamaian ini diangkat dari cerita rakyat Papua, lalu dikemas dalam bentuk sendratari. Meski baru pertama kali ikut kategori sendratari, tim Mimika sudah berpengalaman di banyak festival, dari tingkat nasional hingga internasional. Bahkan mereka pernah membawa juara pertama di Mandalika Festival Internasional yang diikuti 16 negara.

Menurutnya, kekuatan tarian ini ada pada kombinasi gerakan khas Papua, mulai dari Asmat hingga Yosim, yang digabung menjadi satu alur cerita tentang persatuan. “Kami ingin anak muda Papua yang menonton bisa menangkap makna pentingnya menjaga kedamaian. Papua Tengah harus tetap aman, bersatu, dan maju,” ujarnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Percepat Respons Negara, Anggota Dewan Papua Tengah Temui DPD RI Bawa Aspirasi Lintas Sektor

13 Desember 2025 - 01:23 WIB

Serakah aspirasi ke dpd

Workshop Penguatan Dekranasda dan Pelatihan Kerajinan Mimika Resmi Bergulir

12 Desember 2025 - 13:44 WIB

Img 20251212 wa0099

Akhir Tahun Penuh Kepedulian: TP-PKK Mimika Gelar Layanan Kesehatan dan Berbagi Kasih di Posyandu Kasana

12 Desember 2025 - 13:35 WIB

Img 20251212 wa0106

Kakanwil Kemenag Papua Audiensi dengan Gubernur, Bahas Dukungan Program Keagamaan hingga Rencana Embarkasi Haji

12 Desember 2025 - 13:29 WIB

Img 20251212 wa0058

Ditjen Bimas Kristen dan Katolik Gelar Festival Kasih Nusantara Bersama Kemenag di TMII 

12 Desember 2025 - 13:12 WIB

Img 20251212 wa0045
Trending di Headline